Rabu, 27 Oktober 21

Setelah Reses DPR Akan Merevisi UU Pilkada

‎Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, pihaknya berencana melakukan revisi kembali Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setelah reses di masa sidang keempat selesai pada 14 Agustus besok 2015.

Hal ini kata Fadli menyusul banyaknya masalah yang masih belum terakomodir aturanya secara jelas dalam UU Pilkada. Seperti halnya adanya calon tunggal yang saat ini tengah menjadi polemik antara pemerintah dengan DPR.

“Kita minta besok‎ direvisi kembali, karena ini juga untuk mempersiapkan Pilkada 2017 yang akan datang,” ujar Fadli di DPR, Jumat (7/8/2015).

‎Persoalan utama adalah pemerintah tetap meminta Pilkada serentak dilaksanakan di 269 daerah pada 9 Desember 2015. Namun, ternyata ada 7 daerah yang memiliki calon tunggal, sehingga terancam diundur 2017, sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 8 tahun 2015.

Agar calon tunggal itu bisa mengikuti Pilkada serentak, presiden diminta mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengangganti Undang-Undang (Perppu). Namun, DPR menolak, dan sepakat agar ditunda selama dua tahun sembari membuat aturanya yang baru.

“Makanya, ini kan kita liat masih banyak kekurangan di UU Pilkada. Jadi lebih baik direvisi,” jelasnya.

‎Politisi Partai Gerindra ini mengaku, sebenarnya sejak awal DPR melalui Komisi II mau fokus untuk merevisi kembali UU Pilkada secara rinci. Namun, ia menilai ada pihak yang tidak suka dengan menuding revisi UU Pilkada sebenarnya untuk mengakomodir dua partai yang berkonflik.

“Dulu kita mau revisi, tapi dituding hanya untuk mengakomodir kepentingan Golkar dan PPP,” katanya.

Padahal menurutnya, selain calon tunggal banyak persoalan yang belum diatur secara jelas dalam peraturan KPU, misalnya terkait siapa nantinya yang berhak menangani banyaknya gugatan Pilkada di daerah, apakah Mahkamah Agung atau Mahkamah Konstitusi‎. “Saya yakin setelah Pilkada selesai nanti banyak gugatan, sedangkan ini juga akan menjadi masalah,” tutupnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.