Sabtu, 13 Agustus 22

Setelah Pandemi, UMKM Diminta Jangan Menepi

Setelah Pandemi, UMKM Diminta Jangan Menepi
* Pemerhati Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif Dr. Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: Istimewa)

Obsessionnews.com – Seiring meredanya pandemi covid -19 menjadi endemi, kegiatan masyarakatpun perlahan mulai pulih. Tampak dari keadaan di mana jalanan sudah kembali padat, kemacetan terjadi di mana-mana, menandakan kembali normalnya kegiatan perekonomian masyarakat, pasar-pasar baik tradisional maupun pusat pertokoan sudah dipadati oleh pengunjung , acara-acara selebrasi pun kembali menggeliat.

“Sungguh suatu keadaan yang patut di syukuri,” ucap syukur Pemerhati Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif Dr. Dewi Tenty Septi Artiany dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022).

Survived melewati keadaan krisis terburuk selama hampir 3 tahun tentunya bukanlah hal yang mudah. “Hanya jiwa-jiwa petarung yang kuat dan kuasa Ilahi yang bisa membuat kita masih bisa bertahan seperti sekarang ini,” ujar perempuan yang akrab disapa Teh Dete ini.

Baca juga: Teh Dete Ubah Mindset Masyarakat yang Tak Tercatat di Perusahaan Dianggap belum Bekerja

Menurut dia, kembalinya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat membuktikan bahwa di masa krisis baik karena gejolak sosial politik, ekonomi maupun pandemi seperti baru saja dilalui UMKM tetap membuktikan jati dirinya sebagai back bone perekonomian bangsa.

Krisis kali ini memang beda, keberadaannya seperti tsunami yang meluluh lantakan semua lini, dan krisis kali ini UMKM diberikan panggung yang lumayan berarti dengan banyaknya BUMN (sekitar 22 lembaga dan BUMN memberikan perhatian kepada UMKM) baik dalam bentuk pelatihan, pendanaan, akses pasar khususnya pasar digital, seperti program padi (pasar digital), lembaga pengadaan barang dan jasa pemerintah (LKPP) dan lain-lain.

“Menunjukan bahwa UMKM masih di minati dan memberikan harapan sebagai tulang punggung perekonomian bangsa,” kata Dete.

Baca juga: Teh Dete Luncurkan Buku “Teh Dete Penggerak Koperasi & UMKM”

Menurutnya, keadaan seperti ini hendaknya tetap dipertahankan keberadaannya, keberpihakan pemerintah kepada UMKM tetap harus konsisten dan semakin besar porsinya serta untuk para pelaku UMKM sendiri.

“Salah satu solusi di masa pandemi adalah bergabung dengan komunitas,  kebersamaan dalam suatu komunitas yang sudah kita sama sama kita rasakan manfaatnya harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan mata rantai perekonomian yang mandiri dan sustains,” ucapnya.

Di awal pandemi, tulisan tentang keadilan untuk UMKM menjadi pegangan bahwasanya peran besar dan perhatian pemerintah kepada UMKM janganlah hanya pada saat pandemi tetapi kemudian menurun seiring dengan normalnya keadaan dan kembali menggelar karpet merah kepada para konglomerat/korporasi yang perannya akan kembali memarginalkan dan mengikis keberadaan UMKM di negeri sendiri.

“Hendaknya kita harus semakin belajar dari pengalaman; berkali kali sejarah menunjukan bahwa di masa krisis UMKM selalu ada dan menjadi penopang mata rantai supply sandang, pangan dan pergerakan perekonomian bangsa,” ujar Dete.

Baca juga: Ini Kata Dewi Tenty Soal Seminar Pelatihan NPAK di Bandung

Dengan tempaan keras di masa pandemi di mana pada masa itu karena kebijakan PPKM menyulitkan UMKM untuk bergerak pada produksi dan pemasaran, anggaplah UMKM mengalami masa hibernasi untuk memperkaya diri dengan ilmu dan penguatan produk ( kelengkapan perijinan maupun branding) maka di akhir pandemi inilah saatnya para pelaku UMKM bangun dari hibernasinya untuk kembali menunjukan produk produk terbaiknya yang lebih kreatif dan produktif hasil dari pembelajaran yang di dapat selama masa pandemi. Jangan kemudian setelah pandemi ini UMKM malah menepi.

“Selalu ada cahaya di ujung jalan, dan kita semua berharap saat ini kita sudah berada di ujung jalan untuk menggapai cahaya terang,” ungkapnya.

Dengan tetap berharap kebijakan pemerintah tetap ada untuk kemajuan UMKM dan peluang pasar yang semakin besar untuk meningkatkan produktivitas sehingga keberadaan UMKM di Indonesia akan semakin kuat dan kompetitif di semua sektor usaha. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.