Kamis, 1 Desember 22

Setelah Arab Saudi Lumat Argentina, Kini Jepang Bantai Jerman!

Setelah Arab Saudi Lumat Argentina, Kini Jepang Bantai Jerman!
* Timnas Jepang setelah kalahkan Jerman di Piala Dunia 2022. (Pressbox/ Getty/Goal)

Setelah Timas Arab Saudi di pertandingan pertama grup C Piala Dunia 2022 melumat unggulan juara, Argentina, dengan skor 2-1 pada Rabu (23/11/2022). Kini Jepang yang juga wakil Asia membantai favorit juara, Jerman, dengan skor 2-1 pula.

Ini sebagai kejutan besar di Piala Dunia 2022 Qatar. Setelah Arab Saudi menjungkalkan Argentina, kali ini giliran negara Asia lainnya yang menghancurkan tim raksasa, Jerman.

Skenarionya pun serupa. Jerman unggul lebih dulu lewat tendangan penalti di babak pertama sebelum Jepang comeback secara fenomenal di paruh kedua untuk memenangkan laga 2-1.

Di atas kertas Jerman jelas jauh lebih favorit untuk memenangkan pertandingan. Namun, Samuari Biru membuktikan kualitas terbaik bahwa mereka Kuda Hitam yang tak boleh dipandang sebelah mata.

Kemenangan ini berarti Jepang menyibak kans untuk lolos ke fase 16 besar.

Lantas apa resep jitu apa yang diterapkan pelatih Hajime Moriyasu untuk membawa anak-anak didiknya bangkit secara fenomenal melawan seteru kelas kakap seperti Jerman? Setidaknya, ada tiga poin menurut GOAL

1. Eksploitasi dominasi
Moriyasu memahami, Jerman akan selalu berusaha mendominasi pertandingan, terlebih lagi dalam keadaan unggul. Oleh karena itu, di babak kedua, sang juru taktik dengan cerdik menarik pemain menyerang Takefusa Kubo untuk digantikan Takehiro Tomiyasu.

Keberadaan bintang Arsenal itu memberi proteksi yang lebih meyakinkan di pertahanan Jepang untuk meredam kreativitas pemain seperti Jamal Musiala.

Membiarkan Jerman berlama-lama dengan bola, bukan berarti pasrah dengan keadaan. Itu aspek taktikal genius dari seorang Moriyasu. Sembari bersabar menanti beberapa keteledoran, di momen itulah Jepang mengeksploitasi untuk mendapatkan dua gol masif lewat serangan balik mematikan.

2. Pergantian kunci
Lebih dari itu, masuknya Takuma Asano dan Ritsu Doan selepas interval sungguh jadi sebuah keputusan masterclass dari seorang Moriyasu. Ya, Asano dan Doan masing-masing adalah pemain Freiburg dan Bochum, klub Bundesliga Jerman!

Apa yang terjadi? ‘Sentuhan Jerman’ keduanya benar-benar melukai negara tempat mereka berkarier secara dramatis!

Lucu juga, kalau sampai keduanya ‘dipecat’ dari liga Jerman bila Der Panzer akhirnya gagal lolos ke babak gugur, sebagaimana kisah legenda Korea Selatan Ahn Jung-Hwan yang ditendang dari Serie A karena memupus mimpi Italia di Piala Dunia 2002 silam.

3. Maya Yoshida
Semua berita utama tertuju pada duo pembeda Doan dan Asano, serta pola serangan balik mematikan Jepang.

Namun, jangan lupakan satu nama senior yang berada di starting line-up malam itu, yakni sang kapten Maya Yoshida. Dia menjadi figur vital di balik solidnya pertahanan Jepang sepanjang 90 menit.

Dia jadi sosok yang paling banyak melakukan sapuan bola [9] dibanding seluruh pemain di lapangan, melakukan dua blok genting dari ancaman yang diberikan oleh Serge Gnabry dan dua intersep gemilang untuk membuat para penggedor Jerman frustrasi.

34 tahun, tampil prima melawan tim kelas kakap untuk mengukir hasil bersejarah, sang veteran layak mendapat kredit khusus! (Goal.com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.