Selasa, 1 Desember 20

Setan itu Terdiri dari Jin dan Manusia 

Setan itu Terdiri dari Jin dan Manusia 
* Ilustrasi setan menggoda manusia. (Foto: RdI)

Setan adalah musuh manusia yang nyata. Mereka akan selalu menggoda manusia untuk inkar kepada Allah SWT hingga hari kiamat kelak.

Yakni, sampai manusia terjerumus dalam kubangan dosa dan berakhir di neraka untuk menemani mereka

Setan akan selalu membisikan kepada hati manusia. Bisikan setan itu sangat halus dan menjanjikan kenikmatan kenikmatan sesaat.

Mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan.

Setan itu terdiri dari golongan Jin dan Manusia; yang dari golongan jin kita tidak dapat melihatnya sedangkan yang dari golongan manusia kasat mata dan bisa kita kenali.

Setan dari jenis manusia lebih sulit untuk diketahui dan dihindari, sebab mereka bisa saja berpenampilan sebagaimana orang sholeh.

Mereka menjanjikan kenikmatan dan kemudahan hidup, mengajak kredit barang untuk mempermudah kepemilikan dengan uang sedikit bisa dapat motor.

Membuat kartu kredit agar belanja dapat diskon dan hadiah.

Mengajak jalan jalan atau shoping saat waktu shalat tiba.

Perkataan mereka sangat menarik sehingga banyak manusia yang tertipu dan masuk dalam kubangan dosa.

Wajib bagi Kita meninggalkan dan menjauhi mereka yang senantiasa berkata manis untuk menipu manusia sekalipun dia seorang pejabat.

Agar kita tidak tertipu dengan setan dari golongan manusia disamping memohon perlindungan kepada Allah dan kita juga terus dan terus menimba ilmu agama.

Dengan bekal ilmu agama kita akan tahu mana halal dan mana yang haram, mana yang boleh dan mana yang terlarang.

Setan dari golongan manusia akan senantiasa memusuhi orang orang baik bahkan sudah terjadi sejak Zaman Nabi.

Mereka memusuhi para Nabi, Abu Jahal dan Abu Lahab memusuhi Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, Firaun memusuhi Nabi Musa.

Memohonlah kepafa Allah agar kita selamat dari godaan setan.

‎ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ
Rabbi a’uudzibika min hamazaatisy syayaathiini wa a’uudzubika rabbi an yahdhuruun

“Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”. (QS. Al-Mukminun [23]: 97-98

*10 Siasat Setan Menyesatkan Manusia*

1. Menghiasi Sebuah Perbuatan

Setan akan menghiasi perbuatan baik sehingga tampak buruk dan perbuatan buruk tampak baik. Kemaksiatan akan ditampakkan oleh setan lebih kepada unsur menyenangkanya saja pada saat itu. Sementara perbuatan baik akan ditampakkan unsur-unsur yang memberatkan dan melelahkan. Pada saat subuh misalnya, setan akan menggoda dengan membisikkan dalam hati, “Badan masih lelah, teruslah tidur.”

2. Menipu, mengelabui dan mencampuradukkan.

Setan berusaha mengelabui akal dan jiwa. Ia berusaha meyakinkan manusia bahwa yang haram itu sebenarnya halal. Ketika ingin membangun rumah dari pinjaman riba, maka setan akan meyakinkan bahwa pinjaman itu halal.

3. Menunda-nunda perbuatan baik.

Di sini setan menggunakan senjata “member harapan lebih banyak” sehingga akan memalingkan seseorang dari taubat. Setan akan membisikkan, “Tak apa jika mau taubat, tapi kenapa terburu-buru. Kamu masih muda. Selesaikan urusan ini dan itu dulu.”

4. Meremehkan maksiat.

Setan akan membisikkan kepada orang yang hendak bertaubat, “Kenapa mesti bertaubat? Kamu masih orang baik-baik jika dibanding si anu. Taubat itu untuk orang-orang ahli maksiat dosa besar. Dosa yang kamu lakuka itu kecil.”

5. Menyulitkan urusan setelah seseorang bertaubat.

Setan akan merayu, “Taubat itu berat, membutuhkan istiqamah, istiqamah itu berat. Kalo kau bertaubat, kau akan dimusuhi banyak orang. Kamu akan kehilangan banyak teman. Orang-orang juga tidak akan mudah percaya kepadamu karena masa lalumu yang kelam.” Demikian setan terus membisikkan dalam jiwa manusia.

6. Menanamkan sikap pesimistis.

Jika seseorang ingin bertaubat, setan akan membisikkan dalam jiwanya, “Allah tidka menerima taubatmu karena dosamu sangat banyak, bagaimana Allah menerima taubatmu sementara kamu sudah melakukan dosa ini dan itu.”

7. Menyulut marah.

Marah adalah pemberontakan setan atas logika orang yang berakal. Marah adalah keluar dari akal sehat. Sebuah riwayat menyebutkan, seorang Nabi berkata kepada Iblis, “Dengan apa engkau kalahkan anak Adam?” Iblis menjawab, “Ketika dia marah dan terbawa hawa nafsu.”

Suatu ketika seorang lelaki dari Quraisy berkata kasar kepada Umar bin Abdul Aziz. Sang Khalifah terdiam sejenak kemudian mengatakan, “Apakah engkau ingin agar setan menyeret saya dengan kemuliaan kekuasaan ini sehingga dia akan dapat memperdaya saya sekarang.”

8. Memberikan khayalan dan memperdaya.

Ini senjata setan paling berbahaya.

{ يَعِدُهُمْ وَيُمَنّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمْ الشَّيْطَـانُ إِلاَّ غُرُوراً } [النساء:120].

“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (An-Nisa’:120)

“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim: 22)

“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: “Tidak ada seorang manusia pun yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu”. Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata: “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu; sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya.” (Al-Anfal: 48)

Setan akan merayu dan memperdaya manusia sesuai dengan kecenderungan dan kesenanganannya. Setan akan menakuti orang kaya dengan kemiskinan jika ingin bersedekah atau berbuat baik. Pada saat yang sama, setan akan menghiasi orang kaya dengan kekayaan-kekayaan yang melimpah dengan berbagai cara yang busuk.

9. Menghiasi aliran sesat dengan fanatisme dan mengejek orang berbeda dengan mereka.

10. Berlebih-lebihan

Sebagian ulama salaf mengatakan, “Tidaklah Allah memerintahkan suatu perintah kecuali setan menggoda dengan dua sisi; sisi menyimpang dari perintah dan sisi berlebihan melaksanakan setan tidak lagi peduli seseorang mau berada di sisi yang mana.”

Ada sebagian kaum yang berlebihan menghormati para Nabi orang shalih hingga pada tingkat menuhankan. Ada sebagian kaum lainnya melanggarnya hingga pada tingkat membunuhnya.

Semoga kita terhindar sejauh-jauhnya dari tipu daya dan godaan setan. (thiara/muslim/red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.