Kamis, 6 Oktober 22

Setahun Jokowi Berhasil Ringkas Kerumitan Birokrasi

Setahun Jokowi Berhasil Ringkas Kerumitan Birokrasi
* Boni Hargens

Jakarta, Obsessionnews Tepat pada 20 Oktober 2015 adalah genap satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut penilaian pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, pemerintahan Jokowi merupakan pemerintahan yang moderen yang mencoba mengatasi kerumitan birokrasi.

 

“Justru dia (Jokowi) menghendaki birokrasi yang transparan dan pendek jalurnya. Proses investasi, proses perizinan jadi ringkas semua, pintu yang banyak dibatasi sehingga prosesnya juga cepat, investasi juga menjadi teransang dan juga pelayanan publik makin lebih baik, jadi ada perbaikan birokrasi secara subtansial,” ujar Boni Hargens.

 

“Infrastruktur kita habis-habisan itu dirombak dan ini semua berkaitan dengan jalannya roda ekonomi domestik dari desa sampai ke kota, membangun dari pinggiran salah satu poin Nawacita. Dan itu logika dan idelogi Jokowi yang harus kita apresiasi,” tambahnya.

 

Berikut pernyataan lengkap Boni Hargens dalam wawancara oleh wartawan Obsessionnews.com Asma Nur Kaida, Rabu (21/10/2015).

 

Bagaimana pandangan Anda mengenai satu tahun pemerintahan Jokowi?

 

Kita sepakati dulu bahwa satu tahun pertama ini tahun percobaan dan tahun penyesuaian. Saya bilang pencobaan karena dia memulai kepemimpinan ini dengan tumpukan piring kotor, pekerjaan rumah yang rumit yang diwarisi oleh SBY. Misalnya skala fiskal sempit di APBN yang membuat dua tiga bulan pertama pemerintahan tidak bergerak karena tidak ada uang. Lalu saat yang sama muncul tekaan politik yang serius dari kualisi merah putih, memang ini situasinya sangat rumit. Perahu ini hampir karam, tetapi dia bisa keluar dari situasi yang rumit itu.

 

Fiskal kemudian megalami fleksibilitas, ya memang kompromi dengan oposisi tetapi kerja partai pendukung pemerintah luar biasa sehingga persoalan APBN selesai pemerintahan berjalan. Kalau tekanan politik dari oposisi kemudian bisa diredam, itu tantangan membuat pemerintah sulit bekerja.

 

Kemudian di aspek hukum, perseteruan KPK dan Kapolri itu tantangan besar dan cobaan serius bagi Jokowi. Karena ini menurunkan citra pemerintah secara drastis, tapi situasi itu bisa diselesaikan di manajemen dengan baik sehingga dua pihak terselamatkan dan bahkan sekarang trend perubahan terjadi di Kepolisian dan pemerintahan. Dan ini menurut saya ini prestasi yang luar biasa. Penyesuaian karena memang Jokowi baru dan kita semua tahu beliau belum lama di politik, ini upaya menyesuaikan diri dengan sistem pemerintahan yang sudah penuh dengan masalah tadi yang diwarisi oleh sepuluh tahun SBY.

 

Jadi memang luar biasa lah satu tahun di tengah situasi rumit itu Jokowi masih mampu melakukan perubahan-perubahan yang nyata. Dia coba membuat cetak biru ekonomi, pembenahan infrastruktur, penciptaan iklim pemerintahan bersih, itu sudah. Dan kita juga tahu kerja nyata pemerintahan di bidang infrastruktur kelautan, perdagangan, industri dan sebagainya, dan ini semua berkaitan dengan kepentingan ekonomi bangsa dan masyarakat umum ke depan.

 

Bagaimana Anda melihat komunikasi politik Jokowi selama satu tahun pemerintahannya?

 

Itu salah satu tantangan politik di satu tahun pertama juga satu hubungan pemerintah dan partai pendukung terutama PDIP dan itu menyita energi secara serius. Tetapi setelah reshuffle pertama perbaikan harmonisasi itu mulai terbangun. Artinya, hubungan dengan partai juga mulai kembali ditata dengan baik. Dan ini justru memberi angin segar bagi pemerintahan ini supaya ke depan lebih fokus dan kurang gangguan. Kalau dari segi komunikasi tidak ada masalah.

 

Kalau gaya komunikasi itu kan sangat subjektif ya, setiap presiden punya gayanya sendiri dan Jokowi ini kan orang yang apa adanya, bahasanya cetoh, to the point dan dia jarang memakai pihak lain sebagai perantara. Makanya tidak ada jubir, dialah magnetnya. Mungkin dalam situasi seperti itu positifnya masyarakat mendengar langsung apa kata pemerintah, negatifnya memang ketika Jokowi didalam tekanan dan banyak masalah dia bisa saja tidak maksimal dalam menyampaikannya, pesan-pesan politik kepada masyarakat.

 

Bagaimana pendapat Anda terhadap istilah “Jokowi cerdas, memukul orang dari tangan orang lain”?

 

Saya tidak melihat siapa yang dipukul ya, saya tidak melihat ke situ. Ini kan bukan pertinjuan politik tapi saya melihat kehebatan Jokowi adalah kemampuan manajemen konflik, dan juga manajemen resiko. Dia mengambil sebuah keputusan bisa sangat kontroversial tapi kemudian resiko-resikonya tapi kemudian bisa dimanej  dengan baik dan hasilnya justru positif, dan orang terkejut.

 

Tapi ketika Budi Gunawan dipaksakan menjadi Kapolri oleh sekelompok orang yang mungkin kita tahu tetapi tidak perlu dibilang dan Jokowi ingin menolak tapi sungguhnya ingin mengakomodasi dan ia membatalkan pengangkatan Budi Gunawan dan itu membuat orang luar biasa hebat, seolah-olah Jokowi membuat Budi Gunawan tapi tiba-tiba Budi Gunawan menjadi wakil Kapolri. Jadi manajemen konfliknya luar biasa, termasuk manajemen resiko sehingga tidak ada pihak yang dirugikan atau dikorbankan, itulah positifnya.

 

Apakah ada korelasi antara Jokowi dengan partai yang berkonflik (Golkar dan PPP)?

 

Untuk Golkar, Saya tidak melihat ada korelasi antara Jokowi dan pertikaian Golkar. Masalah Golkar itu masalah internal itu karena kepemimpinan Aburizal dianggap sudah tidak mampu membangun partainya dan itu terlihat dari kegagalan Golkar pemilu 2014, jadi itu sama sekali tidak ada hubungan.

 

Soal persoalan hukum mereka itu kan urusan peradilan dan mungkin menteri hukum bertanggung jawab, tapi saya kira keputusan itu berdasarkan bukt-bukti material yang ada di persidangan. Tidak ada Jokowi mendukung Agung laksono atau siapapun, itu hanya humor politi, yang sama sekali tidak ada kaitan.

 

Sedangkan konflik PPP memang semua partai ini kan mengalami faksionalisasi, terjadi pengelompokan-pengelompokan internal, perpecahan, itu tradisi politik yang biasa didalam politik patronase. Karena politik kita kan dibangun dalam sistem patronase ada patron kemudian megumpulin anak buah dan kemudian menjadi sistem, itu banyak di partai, dan yang terjadi di PPP juga seperti itu.

 

Nah, begitu kepentingannya berbeda faksi-faksi itu muncul di permukaan, terjadilah perpecahan. Jadi kalau ini dibilang skenario yang berkuasa ini menurut saya logika konspirasi dan bisa saja benar tetapi pasti juga bisa salah karena namanya logika konspirasi.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai aksi demo lengserkan Jokowi ?

 

Itu suara-suara pinggiran yang menurut saya itu sah-sah saja. Dalam demokrasi ini semua orang boleh bersuara, tapi siapa yang mampu menurunkan Jokowi, kekuatan apa, rakyat Indonesia mendukung Jokowi kok. Lalu siapa yang mau menjatuhkannya, itu kan cuma kehendak orang-orang yang kalah, suara-suara orang kalah, itu wajar dan demokrasi memungkinkan itu terjadi, sah-sah saja.

 

Silahkan demotrasi, secara konstitusional sangat sulit apalagi bicara secara politik, secara politik mayoritas kekuatan di parlemen sudah di tangan pemerintah. Mau dijatuhkan pakai cara apa, apa cara tembak-tembak. Cara konstitusional, kalau dia sakit jiwa, kalau dia korupsi, kalau dia melakukan perbuatan asusila atau perbuatan yang melawan etika atau moral atau meninggal dunia. Satu pun dari situ tidak ada.

 

Bagaimana Anda melihat kemampuan Jokowi dalam menjalin komunikasi pada partai-partai politik di Senayan?

 

Saya kira di situ peran perjuangan menjadi sangat signifikan bagaimana memanage dukungan dan tantangan yang ada diparlemen sehingga kualisi merah putih sekarang hanya ada sebagai wacana faltanya sudah ngak ada, sebetulnya oposisi ini sudah melemah. Nah, ini sesungguhnya kemampuan manajemen dari partai-partai pendukung pemerintah di parlemen. Jadi sebetulnya Jokowi sudah memperoleh dukungan kuat dari partai.

 

Koalisi Merah Putih (KMP) menurut saya berfikir secara taktis, pasar politik tidak memungkinkan serangan-serangan terhadap Jokowi itu sebagai kapital jutrsu dianggap sebagai blunder, makanya partai-partai oposisi mulai ketakutan untuk menyerang Jokowi. Karena mereka tahu ini antipatik, masyarakat ngak suka. Jadi sebetulnya upaya menyelamatkan diri dari kualisi merah putih.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai isu reshuffle jilid II ?

 

Saya pikir kalau isu reshuffle, dari awal Jokowi bilang reshuffle bisa kapan pun dan terhadap menteri manapun dan itu hak progratifnya dan saya yakin juga dalam waktu dekat rehsuffle itu akan terjadi karena memang terus berjalan evaluasi di internal di pemerintah. Siapa, apa, yang direshuffle nantilah kita lihat di akhir tahun, tapi menurut saya kan itu biasa dan harus dilakukan.

 

Jika ada reshuffle di akhir tahun apakah hal itu memungkinkan kegaduhan politik ?

 

Kalau kegaduhan sih ngak, masuknya PAN juga bisa membawa konstalasi, dan konstalasi politik ukurannya iyalah oposisi. Jadi PAN masuk tentu juga minta jatah. Selain karena PAN masuk, situasi pemerintahan butuh penguatan kinerja, jadi Jokowi butuh menteri yang tepat.

 

Seperti apa Penguatan PAN yang dimaskud?

Penguatan masuknya PAN, penguatan pemerintah di parlemen, penguatan lain kan untuk menjalankan visi misi Nawacita ini sehingga kementerian yang lama diganti atau masih cara kerjanya lama diganti yang cepat.

 

Seperti apa pendapat Anda mengenai birokrasi politik Jokowi?

 

Saya kira pemerintahan Jokowi ini pemerintahan yang moderen dia coba mengatasi kerumitan birokrasi justru dia menghendaki birokrasi yang transparan dan pendek jalurnya. Proses investasi, proses perizinan jadi ringkas semua, pintu yang banyak dibatasi sehingga prosesnya juga cepat, investasi juga menjadi teransang dan juga pelayanan publik makin lebih baik, jadi ada perbaikan birokrasi secara subtansial.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai maraknya konflik sosial saat ini?

 

Memang ini catatan kaki penting buat pemerintahan, ini manajemen sosial bagaimana keberagaman, ini toleransi yang dibangun kebihnekaannya karena ini masih menjadi masalah yang serius, setelah Tolikara dan Aceh itu. Menurut saya ini nggak main-main, dan hanya itu saja menurut saya kinerja pemerintah yang harus diatasi. (baca juga: PBNU Nilai Konflik Sosial Keagamaan Catatan Buruk Jokowi-JK)

 

Menurut Anda, apa kekurangan dan kelebihan Jokowi dalam satu tahun memimpin Indonesia?

 

Saya kira ini baru mulai satu tahun, belum banyak yang kita nilai. Tetapi dalam satu tahu saja pernah melewati badai namun cuma empat bulan pemerintah bisa memperlihatkan kinerjanya. Coba diperhatikan, jangan dilihat di permukaan, lihat yang jauh kedalam bagaimana kerja sama internasional mulai ditata dan semua berjalan mulai dibangun dengan baik. Infrastruktur kita habis-habisan itu dirombak dan ini semua berkaitan dengan jalannya roda ekonomi domestik dari desa sampai ke kota, membangun dari pinggiran salah satu poin Nawacita. Dan itu logika dan idelogi Jokowi yang harus kita apresiasi.

 

Kekurangan mungkin manajemen pemerintah masih kurang fokus, kurang berpola. Di tingkat kantor staf presiden dan di tingkat penasehat-penasehat komunikasi presiden juga. Penasehat komunikasi presiden, kantor presiden dan sebagainya itu tidak memperlihatkan diri sebagai suatu entitas sebagai suatu rumah yang merepresentasi istana dan pemerintah. Sehingga peran mereka tidak optimal didalam situasi yang kontroversial.

 

Kasarnya begini, presiden tidak ada yang bela, kalau PDIP pasti bela di urusan departemennya itu urusan lain, tapi ini kita bicara komunikasi politik pemerintah, kan yang menjadi masalah di situ. Tidak fokusnya elemen-elemen yang ada di sekitar presiden membuat manajemen komunikasinya tidak jalan dengan baik. Coba kalau bertanya sekarang, kantor staf presiden sekarang kerjanya apa, ketika terjadi kontrovesi dia buat apa, penasihat-penasihat komunikasi kerjanya apa, jadi butuh satu manajemen komunikasi yang lebih rapih dan terorganisir untuk membangun citra pemerintah atau memulihkan.

 

Ini sederhana, ini soal politik wacana, pemerintah sebagus apapun kalau manajemen komunikasi publiknya tidak ditata atau didesain dengan baik, masyarakat nggak tahu dan permainan politik bisa merusak semua kinerja bagus. Jadi ini penting untuk membenahi manajemen komunikasi.

 

Bagaimana pendapat Anda ketika pembakaran hutan dijadikan alasan kegagalan pemerintahan Jokowi?

 

Kalau pembakaran hutan sebetulnya bukan kecelakaan biasa atau kenakalan biasa. Anggap saja ada anak desa bakar hutan lalu dianggap itulah penyebabnya, itu nggak benar. Kalau diperhatikan dengan serius ini ada permainan-permainan perushaan sendiri kok. Coba tanya di Riau itu perusahaan Singapura banyak, ada permainan apa di sana terjadi pembakaran.

 

Jadi, ini mafia-mafia sedang bermain dan itu telah melibatkan perusahaan-perusahaan itu sendiri. Jokowi jelas tidak melakukan pembiaran? Oh jelas ngak dong, justru yang dilakukan Jokowi dia menyikapi dengan cepat, dia merespon dengan tepat dan itu menurut saya bagus. Kalau menurut saya pemerintahan ini baru mulai tiba-tiba masalah bertubui-tubi, kita salut.

 

Seperti apa harapan Anda terhadap pemerintahan Jokowi ke depan?

 

Harapannya, lanjutkan kerja bagusnya, dan manajemen komunikasinya coba dibenahi. (*)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.