Selasa, 29 November 22

Seruduk Motor Wartawan, Dewan Arogan

Seruduk Motor Wartawan, Dewan Arogan
* Sahat marah-marah ‎saat ditemui wartawan pasca insiden. (obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Kelakuan Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak menerobos rambu larangan masuk area parkir DPRD Jatim tidak patut ditiru.

Aksi ‘cowboy’ anggota Dewan dari Dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini bukanlah pertama kali menerobos tanda larangan masuk menuju area parkir.

Apes nian nasib Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim kali ini, mobil dinas Toyota Camry warna hitam nopol L 10 BS tersebut menyenggol salah satu sepeda motor milik Joko jurnalis televisi yang tengah parkir hingga terjatuh.

Mengetahui sepeda motornya ditabrak, Joko pun menghampiri Sahat yang masih berada di dalam mobil dengan mengetuk pintu kaca sambil memberitahu bahwa sepeda motornya ditabrak hingga terjatuh.

“Ya, saya mau keluar!” saut Sahat dengan nada keras.

Reaksinya terhadap tindakannya tersebut pun tidak terpuji. Dengan seenak udel, dia justru menyalahkan pemilik sepeda motor yang parkir bukan pada tempatnya.

“Boleh lewat situ (menerobos tanda larangan masuk,red). Itu hak dewan boleh melanggar,” tegas Sahat sambil meminta jurnalis untuk memberitakan insiden tersebut.

Bemper belakang mobil dinas Sahat Tua Simanjuntak lecet usai menabrak sepeda motor milik salah satu wartawan televisi nasional. (obsessionnews.com/Ari Armadianto)
Bemper belakang mobil dinas Sahat Tua Simanjuntak lecet usai menabrak sepeda motor milik salah satu wartawan televisi nasional. (obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Sahat di hadapan para jurnalis meminta kepada sekretaris dewan (Sekwan) DPRD Jatim untuk menertibkan parkir sepeda motor bukan pada tempatnya. Bahkan, ia menganggap insiden tersebut adalah masalah kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan.

“Ini bukan tempat parkir motor! Nanti akan saya suruh sekwan berantas parkir sepeda motor,” gerataknya sambil mengacung-acungkan jari kepada para jurnalis yang tengah duduk di sekitar area parkir sepeda motor.

Meski Sahat Tua Simanjuntak secara pribadi dan atas nama partai Golkar meminta maaf atas arogansinya, namun kelakuannya kini dikecam para jurnalis yang akan melaporkan ke Badan Kehormatan DPRD Jatim.

Apa yang dilakukan Sahat hanyalah salah satu contoh kecil arogansi wakil rakyat. Mereka selalu merasa bahwa mereka berada di atas hukum, seakan-akan hukum tidak berlaku bagi pembuat hukum itu sendiri. Status wakil rakyat seakan-akan membuat mereka punya “kekebalan diplomatik”, bebas berbuat apa saja, dan bila perlu membuat peraturan untuk melindungi dan melanggengkan kelakuannya itu. (GA Semeru)‎

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.