Kamis, 28 Mei 20

Seruan Lockdown Serentak di Seluruh Dunia!

Seruan Lockdown Serentak di Seluruh Dunia!

Syarikat Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung)  menyerukan kepada United Nations (UN) dan seluruh Kepala Negara untuk melakukan lockdown di wilayah masing-masing agar penyebaran virus Corona (Covid-19) tidak semakin parah.

“Tanpa Lockdown secara serentak maka Covid-19 akan terus tersebar selama obat penyembuh belum ditemukan,” tegas pernyataan ketua  umum Syarikat Alumni ITB bersama Sekjen di Jakarta, Jumat (27/3/2920).

Berikut pernyataan sikap Syarikat Alumni ITB tersebut :

Mengingat semakin mewabahnya Covid-19 di setiap negara dan untuk menghindari akibat yang lebih mengerikan bagi masa depan manusia maka kami dari Syarikat Alumni ITB mendesak kepada United Nations (UN) dan seluruh Kepala Negara termasuk pemerintah RI :

1. Agar melakukan Lockdown secara serentak di seluruh dunia sekurang-kurangnya 21 hari.
Lockdown dimaksud adalah dihentikannya seluruh transportasi publik, mobilitas warga keluar masuk rumah dan lingkungannya, kecuali utk otoritas berwenang (tenaga medis dan petugas keamanan)

2. Tanpa Lockdown secara serentak maka Covid-19 akan terus tersebar selama obat penyembuh belum ditemukan.

3. Sebelum Lockdown secara serentak, perlu diberi waktu agar seluruh warga menyiapkan bekal makanan untuk 1 bulan. Bagi warga yang tidak mampu, diwajibkan kepada pemerintah agar memberikan bantuan bekal makanan pokok 1 bulan kepada warga tidak mampu tersebut.

4. Kepada penjual kebutuhan pokok dan alat kesehatan serta obat-obatan dan vitamin, tidak dibenarkan menaikkan harga dan jika tetap menaikkan harga maka akan diberi sanksi pidana dan perdata.

5. Bagi yang tidak mematuhi Lockdown dapat ditahan dan dikenakan sanksi perdata dan pidana.

6. Bagi yang punya kepentingan mendesak harus meminta izin dulu dari otoritas baru boleh keluar rumah kecuali pekerja/warga tertentu yang dikecualikan dalam Lockdown ini.

7. Ditetapkan kondisi force majeure sehingga tidak ada yang dirugikan dalam transaksi bisnis apa pun.

8. Negara bertanggungjawab menjaga keamanan dan menyediakan fasilitas kesehatan bagi yang sakit terutama yang diduga terkena Covid-19. Harus ada alat test Covid-19 dalam jumlah yang memadai agar bisa dideteksi secepatnya orang-orang yang tertular Covid-19. Fasilitas Alat Pelindung Diri untuk tim medis harus disiapkan secara memadai agar tim medis tidak tertular Covid-19.

9. Selama masa persiapan Lockdown, edukasi dan sosialisasi terhadap Corona dan Lockdown harus terus menerus dilakukan.

10. Jika ada negara yang tidak mau melakukan Lockdown, maka Dunia Internasional akan mengembargo negara tersebut.

Keselamatan manusia haruslah diatas kepentingan ekonomi, sehingga seberapa berat pun resiko ekonomi yang ditanggung, keputusan lockdown secara serentak di seluruh dunia harus diambil demi menyelamatkan nyawa manusia. Justru jika lockdown serentak ini bisa dilalui dengan baik akan mengembalikan kondisi perekonomian seperti semula. Jangan sampai keputusan yang diambil ketika keadaan sudah sangat terlambat.
Demikian seruan yang kami sampaikan, agar dapat menjadi perhatian.

Jakarta, 27 Maret 2020

Syarikat Alumni ITB

Muslim Armas – Ketua Umum

Eriyon Agust – Sekjen

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.