Senin, 28 September 20

Serikat Media Siber Indonesia Diluncurkan

Serikat Media Siber Indonesia Diluncurkan

Jakarta, Obsessionnews.com – Diskusi bertajuk “Kekeliruan Kebebasan Kebablasan: Menyusun Disain Komunikasi Politik Yang Sehat” menjadi acara pembuka Deklarasi dan Peluncuran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Acara berlangsung di Jaya Suprana Institute, Mall Of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Hadir sebagai narasumber diskusi adalah Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan Eko Sulistyo, Pakar Kelirumologi Jaya Suprana, dan Analis Politik KedaiKopi, Hendri Satrio.

“Kalau mau dipanjangkan, tema diskusi adalah kekeliruan dalam kebebasan yang kebablasan. Kebebasan ini diberikan oleh alam kepada kita. Tapi belakangan ini ada semangat sama di antara kita untuk merenungkan lagi kebebasan itu, begitu banyak kekeliruan terjadi baik sengaja atau tidak sengaja. Ini juga terjadi karena perkembangan teknologi informasi,” kata Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Teguh Santosa, saat membuka acara.

Saat ini, lanjut Teguh, terjadi banyak kekeliruan dalam kebebasan. Oleh karenanya ia merasa tidak keliru kalau diskusi hari ini digelar di Pusat Studi Kelirumologi yang dipimpin Jaya Suprana.

Teguh menjelaskan, SMSI sebenarnya sudah berdiri sejak 21 Maret 2017. Bahkan, sejauh ini SMSI telah memiliki atau sedang menyusun kepengurusan di 27 provinsi. Teguh mengakui jika deklarasi dan peluncuran SMSI digelar karena desakan dari para pengurus organisasi tersebut.

“Teman-teman SMSI di daerah mendesak dengan sangat kuat hari ini juga diluncurkan SMSI yang sudah berdiri 21 Maret 2017, AD/ART sudah dinotariskan. Kami sedang susun kepengurusan di 27 provinsi. Kami temukan, masing-masing provinsi memiliki 20-35 media online,” ungkapnya.

Teguh melanjutkan, insan pers harus mengejar fenomena bangkitnya media online ini, bukan hanya di DKI Jakarta tapi juga sampai ke tingkat dua.

“Saya cukup senang ternyata banyak teman di daerah punya perasaan sama dengan di Jakarta,” ujarnya menutup kata sambutan.

Selain tokoh-tokoh pers, sejumlah tokoh non-pers juga dikabarkan turut bergabung SMSI. Mereka di antaranya adalah Jaya Suprana, Yusril Ihza Mahendra, Ryaas Rasyid, Prita Kemal Gani, dan Rizal Ramli. Bersama tokoh pers Dahlan Iskan dan pemilik jaringan media Chaerul Tanjung, tokoh-tokoh non-pers itu diberi kehormatan sebagai penasehat. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.