Rabu, 27 Oktober 21

Seribuan Warga Muara Angke Akan Ikuti Cek Gratis Kesehatan Kanker

Seribuan Warga Muara Angke Akan Ikuti Cek Gratis Kesehatan Kanker
* Dari kiri, drg. Sally Sudrajat, SP.OM didampingi Ketua Umum YKI, Dr.Aru Wisaksono Sudoyo dan Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto saat konferensi pers di kantor YKI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).

Jakarta, Obsessionnews.com – Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyelenggarakan kegiatan kesehatan pada Minggu, 7 Mei 2017 di kawasan Pelabuhan Kali Adem Dishub DKI Jakarta di Muara Angke.

Acara yang bertajuk mewujudkan hidup sehat masyarakat nelayan ini diharapkan meningkatkan pengetahuan warga di pesisir pantai tentang penyakit yang mengakibatkan kematian urutan nomor 7 di Indonesia.

“Ini merupakan cerminan kepedulian KKP dukung kegiatan ini, “ kata Sekretaris Jenderal KKP, Rifky Effendi saat pra HUT ke- 40 YKI di kantor YKI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/5/2017).

Menurutnya, keluarga para nelayan kalau dilihat kebelakang relatif rendah status kehidupannya. Di bawah kepeminpinan Menteri KP Susi Pudjiastuti baru mengalami peningkatan.

“Kami dari KKP terharu dan mengapresisasi YKI lakukan kegiatan bakti sosial di lingkungann nelayan ini. Secara umum mereka ini terpinggirkan. Jadi dilihat dari data statistik 10 tahun terakhir, jumlah pelaku utama nelayan hampir 50 persen. Dari 1.600 juta orang kini tinggal 800 ribuan. Ini menujukkan bahwa orang banyak tinggalkan profesi ini dan cari yang lain,” ucap pria yang pernah menjadi General Manager (GM) di Pertamina ini.

Bagaimana mereka, kata Rifky mau memeriksa kesehatannya? Dan mau menjalankan pola hidup yang sehat, sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari tidak mencukupi.

Ketua YKI, Prof.DR.Dr.Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan kanker cepat menyebar karena dipicu berbagai hal. Namun peranan dari lingkungan lebih jauh besar daripada keturunanan.

“Selain kurang olahraga, kebiasaan merokok, minum yang berakhohol juga mengkomsumsi makanan tak sehat seperti memakan daging merah yang dibakar (karena ini belum terlalu matang), tapi ayam (bukan daging merah) dibakar sampai gosong tidak ada masalah,” jelasnya.

Dperkiran sekitar seribuan warga warga Kali Adem akan berkumpul untuk mengikuti cek kesehatan deteksi dini jenis kanker. Adapun kanker serviks bagi wanita, kanker paru bagi pria dan kanker nasofaring dan retinoblasma bagi anak-anak.

“Jadi disana (Kali Adem) akan mengumpulkan 1.000 orang,” kata Ketua panitia acara dari YKI, drg. Sally Sudrajat, SP.OM.

Para warga Kali Adem ini akan dilayani 30 dokter dan 25 perawat, diantaranya dari lulusan universitas Atmajaya, Trisakti, Universitas Indonesia (UI) dan Tarumanegara.

Dalam acara ini juga akan aada pemberian hadiah kepada lima orang pemenang bagi mereka yang dapat mendekorasi kapalnya dengan indah.

Berhubung para nelayan suka menggunakan sarung, nanti acara tersebut juga terdapat senam sarung, dimana yang ditunjuk  sebagai instrukturnya dari TNI Angkatan Laut.

“Jadi para nelayan jangan menggunakan sarung hanya untuk selendang saja,” ucap Sally.

Acara yang akan dihadiri oleh Menteri KP Susi dan Menteri Kesehatan, Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) ini juga akan memberikan bantuan berupa sembako untuk 1.200 orang.

“Alhamdulilah dana dari 1.200 sembako senilai 120 juta terselamatkan YKI, karena banyak orang yang menyumbang secara sukarela,” jelasnya. (Popi)

 

Baca juga :

Menteri Susi dan Ketum Yayasan Kanker akan Demo Masak

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.