Senin, 18 Oktober 21

Sepi Saat Pandemi, Taksi-taksi di Bangkok Dipakai untuk Bertani

Sepi Saat Pandemi, Taksi-taksi di Bangkok Dipakai untuk Bertani
* Tanaman sayur tumbuh di atap sejumlah taksi. (EPA/BBC)

Akibat pandemi Covid-19 belum mereda, taksi-taksi di Thailand sepi penumpang. Sebagai kompensasinya untuk atasi pengangguran dan kelaparan sopir taksi, maka taksi-taksi di Bangkok dipakai untuk bertani di atapnya.

Di sebuah lahan parkir di ibu kota Thailand berbagai tanaman sayur tumbuh di atap sejumlah taksi.

Pengetatan aturan terkait pandemi Covid-19 menyebabkan Kota Bangkok yang biasanya ramai kendaraan mendadak sepi. Situasi ini membuat para pengemudi taksi kehilangan pekerjaan.

Banyak pengemudi kemudian memutuskan untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan meninggalkan taksi mereka di lahan parkir. Jumlahnya sangat banyak dan berwarna-warni.

Sebuah perusahaan taksi melihat peluang dari pemandangan tersebut. Mereka menggunakan atap-atap kendaraan di lahan parkir sebagai lahan tanaman sayur, yang hasilnya diharapkan dapat memberi makan pengemudi taksi yang menganggur dan karyawan-karyawan lain.

Para pegawai Ratchaphruek Taxi Cooperative menciptakan taman mini dengan membentangkan kantong sampah hitam yang diikatkan pada bingkai bambu pada atas atap mobil. Bentangan tersebut lantas diisi dengan tanah.

Mereka kemudia menanam beragam tanaman sayur, termasuk cabai, mentimun, dan labu.

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu para pengemudi dan, kalau ada sayuran sisa, bisa dijual ke pasar setempat.

Para pengemudi taksi di Bangkok biasanya mengandalkan wisatawan namun pengetatan syarat masuk ke Thailand membuat pemasukan mereka nyaris nol.

“Ini adalah pilihan terakhir kami,” kata Thapakorn Assawalertkun, salah satu pemilik perusahaan kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan, banyak pengemudi masih berutang setoran.

“Menanam sayur pada atap mobil tidak akan merusak taksi karena sebagian besar sudah rusak sangat parah dan tidak bisa diperbaiki. Mesinnya rusak, bannya kempes. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan,” ungkapnya. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.