Kamis, 24 Juni 21

Sepekan Pembatalan, 59 Jemaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan

Sepekan Pembatalan, 59 Jemaah Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan
* Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadan Harisman. (Foto: Humas Kemenag)

Jakarta, obsessionnews.com – Pemerintah telah memutuskan membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M. Pembatalan ini diumumkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada 3 Juni 2021.

 

Baca juga:

Langkah Dubes Saudi untuk Indonesia Klarifikasi Info Haji Dapat Apresiasi dari Wamenag

Kunjungi MUI, Dubes Saudi Luruskan Pemberitaan Soal Haji

SAHI Hormati dan Pahami Keputusan Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Haji

 

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadan Harisman mengatakan, sampai hari ini ada 59 jemaah yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan.

“Sepekan pembatalan keberangkatan, ada 59 jemaah haji yang mengajukan pengembalian setoran pelunasan,” ujar Ramadan Harisman di Jakarta dalam siaran pers, Kamis (10/6/2021).

Dia menerangkan, jumlah tersebut terdiri atas 25 jemaah haji khusus dan 34 jemaah haji reguler. “Jemaah yang telah mengajukan pengembalian pelunasan ini langsung kami proses untuk diajukan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar bisa ditindaklanjuti sesuai alur yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

“Secara ketentuan, proses pengembalian ini berlangsung kurang lebih sembilan hari sampai dana jemaah ditransfer ke rekening masing-masing,” sambungnya.

Ramadan menjelaskan, Sistem Informasi dan Komputer Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag mencatat bahwa ada 15.476 jemaah haji khusus dan 198.371 jemaah haji reguler yang telah melakukan pelunasan.

Keputusan Menteri Agama No 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H /2020M memberikan pilihan kepada jemaah untuk mengambil kembali setoran pelunasannya. Jemaah haji reguler dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) secara tertulis kepada Kepala Kankemenag Kab/Kota) tempat mereka mendaftar.

“Untuk haji khusus, mereka mengajukan permohonan pengembaliannya ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) tempat mendaftar,” jelasnya.

Untuk tahun 2020, lanjutnya, ada 1.688 jemaah reguler dan 438 khusus yang mengajukan pengembalian setoran lunas. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.