Rabu, 30 September 20

Senja Bersama Gurilem

Senja Bersama Gurilem
* Dewi Tenty Septi Artiany. (Foto: Fikar Azmy)

Oleh: Dewi Tenty Septi Artiany, Pemerhati Koperasi dan UMKM 


Senja kali ini terasa berbeda, ada sunyi yang menenangkan, angin semilir meniup daun daun kering. Pertanda kemarau akan segera datang menghalau musim hujan yang panjang.

Menikmati senja kali ini saya ditemani secangkir teh hangat dengan makanan ringan khas yang sudah jarang dijumpai. Kerupuk tepatnya tapi lebih pas masuk ke dalam katagori camilan, rasanya asin, gurih, pedas yang semuanya menyatu lumer di lidah.

Paduan yang sempurna untuk menikmati senja yang sempurna. Camilan krupuk ini dikenal dengan nama gurilem. Siapa sangka gurihnya gurilem yang saya nikmati di senja ini, berawal dari kisah sendu dari salah satu pelaku UMKM yang yang tergabung dalam UMKMAlumni, teh Diana.

Terngiang cerita bagaimana teh Diana memulai bisnisnya. Berawal dari 2 tahun lalu saat itu suaminya meninggal dunia. Rasa kangen membuat teh Diana menjadi sering kembali ke Cililin tempat pemakaman sang suami, untuk nyekar dan berbagi cerita di pusara suami tercinta.

Sepulang ziarah biasanya teh Diana membawa oleh-oleh gurilem kerupuk camilan khas Cililin untuk anak-anak di rumah. Suatu hari di acara reuni, teh Diana membawa gurilem yang diberi nama Kacida. Gurilem dibungkus ke dalam kemasan kecil untuk dimasukkan ke dalam goodie bag.

Usaha gurilem teh Diana telah berkembang tidak hanya sekedar memenuhi goodie bag reunian, tapi sudah mulai dipasarkan secara online. Yang menjadi daya minat pembeli, karena gurilem khas teh Diana dibuat tanpa msg, pengawet, maupun pewarna.

Di masa pandemi ini, dimana penjualan secara online meningkat tajam, teh Diana lebih serius menjalani penjualan gurilem Kacida. Animo yang luar biasa membuat dia lebih percaya diri untuk fokus kepada apa yang ditekuninya.

Masih menikmati gurilem Kacida dengan teh yang mulai dingin, terbersit rasa bangga bisa kenal dengan teh Diana yang mampu bangkit dari kesedihan ditinggal belahan jiwa dan berdiri tegak sebagai tulang punggung dari anak anaknya dengan menjadi pelaku UMKM.

Apa Itu Gurilem?

Gurilem sebetulnya singkatan dari kata gurih dan pelem yang dalam bahasa Sunda diartikan enak luar biasa. Gurilem adalah kerupuk berbentuk panjang seperti mie yang dibumbui dengan berbagai bumbu lainnya seperti garam, cabai kering dan bawang. Beberapa orang menyebut gurilem ini dengan sebutan kerupuk cacing, karena bentuknya seperti cacing.

Bahan dasar dari gurilem ini sama dengan bahan dasar kerupuk pada umumnya, yaitu tepung tapioka. Proses pembuatannya pun tidak terlalu sulit. Hanya membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pertama, tepung tapioka dicampurkan dengan garam. Kemudian dicampurkan dengan air dingin. Setelah adonan tercampur, campurkan adonan tersebut dengan air panas sampai tidak lengket lagi.

Setelah adonan tidak lengket, maka adonan siap untuk dicetak. Jika kerupuk biasa digoreng dengan minyak panas, maka tidak dengan gurilem. Proses penggorengan gurilem tidak menggunakan minyak, melainkan menggunakan pasir.

Setelah mengembang sempurna, barulah kerupuk gurilem bisa diangkat dan diberi bumbu. Biasanya gurilem disajikan dalam rasa yang cukup pedas, rasa pedas didapat dengan menggunakan bubuk cabai kering.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.