Selasa, 28 September 21

Senior Aktivis Terpidana Bansos Jadi Tersangka

Senior Aktivis Terpidana Bansos Jadi Tersangka

Semarang, Obsessionnews – Satu orang tersangka baru kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2011 kembali terungkap. Tersangka dengan inisial NH ini ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pasa bulan November 2015.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diduga kuat orang yang dimaksud adalah ‘Nurul Huda’, senior lima aktivis mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang mana perkaranya lebih dahulu diputus oleh Pengadilan Tipikor Semarang. Kelima junior NH ialah Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Musyafak, Farid Ihsanudin dan Agus Khanif.

“Iya Mas, sudah ditetapkan tersangka baru berinisial NH. Penetapanya belum lama ini, masih dibulan November 2015,” kata Assisten Intelijen Kejati Jateng, Yakob Hendrik P melalui Kasi Penkum, Sugeng Riyadi, Rabu (25/11/2015).

Dalam sidang kelima aktivis, terungkap adanya aliran dana ke NH berupa transfer uang dari terpidana Aska Najib dan Musyafak sebesar Rp 44 juta. Baik Aska maupun Musyafak mengirim uang masing-masing Rp 29 juta dan Rp 15 juta.

“NH selaku penerima aliran dana bansos Pemrov Jateng di tahun 2011,” imbuhnya.

Azka Najib sendiri diketahui menyebut HMI ditopang alumni sebagai senior termasuk sumber pendanaan. Saat sidang sebelumnya, Azka mengatakan dia dan teman-temannya menjalin komunikasi dengan senior HMI dalam berbagai hal.

“Pada 2010 buku tabungan kami dan KTP dipinjam lima senior kami, Nurul Huda, Abdul Malik, Habibi, Khadib, dan Saifudin. Mereka (lima senior) selalu memberi tahu apabila ada dana masuk ke rekening,” tuturnya.

Dana yang masuk tersebut, diakui Azka diserahkan kembali ke para senior. Namun, para senior memberikan uang transport kepada kelima terdakwa secara rutin selama beberapa minggu.

Demikian pula, Kuasa hukum para terdakwa, Fajar Ibnu Subkhi menyatakan, dalam perkara ini seharusnya terdakwa tidak bisa dimintai pertanggungjawaban pidana. Pasalnya, klien hanya dimanfaatkan secara langsung oleh para seniornya.

“Meski tidak makan uangnya, tapi dalam rekening terdakwa memang masuk dana. Ada beberapa senior mereka yang seharusnya dimintai pertanggungjawaban. Ada 5-6 orang senior, diantaranya Fuad Abdulah, Nurul Huda,” katanya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.