Selasa, 28 September 21

Senin Depan, MKD Mulai Pangil Saksi-Saksi

Senin Depan, MKD Mulai Pangil Saksi-Saksi

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, Junimart Girsang, mengatakan MKD sudah melakukan rapat internal bersama anggota untuk membahas hasil verfikasi yang dilakukan oleh tenaga ahli terkait laporan Menteri ESDM Sudirman Said mengenai perkara Ketua DPR Setya Novanto dengan PT Freeport.

Selanjutnya, Junimart mengatakan MKD akan menggelar rapat internal pada Senin depan (23/11/2015) sekaligus memutuskan untuk mulai mengundang para saksi yang memiliki kaitan dengan kasus ini.

“Kita berharap rapat Senin sesegera mungkin memutuskan untuk panggil para pihak dalam waktu yang tidak lama,” ujar Junimart di DPR, Jumat (20/11/2015).

Junimart tidak mau menjelaskan apa saja yang sudah diversifikasi oleh tenaga ahli di MKD. Ia hanya berharap proses persidangan di MKD pada Senin depan akan berlangsung secara terbuka. Sehingga, masyarakat bisa mengatahui dengan jelas materi persidangan, sekaligus untuk mengontrol kinerja MKD.

‎”Kita tadi menyarankan Senin itu menawarkan sidang terbuka agar masyarakat bisa tahu dan mengontrol MKD dalam cara-cara aturan tata beracara‎,” terangnya.

Adapun pihak yang akan pertama kali dipanggil kata dia, adalah Sudirman Said. Sebab, Sudirman adalah orang pertama kali melapor dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Setya Novanto. ‎”Tentu pengadu ya pak Sudirman Said. Setelah itu akan kita panggil teradu, lalu saksi, kita akan dalami semua di persidangan nanti,” jelasnya.

Termasuk kata dia, semua orang yang masuk dalam rekaman pembicaraan antara Setya petinggi Freeport Maroef Sjamsoedddin dan pengusaha minyak Riza Chalid. Bahkan, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Iya iya. Sepanjang itu urgen dan punya kepentingan dalam urusan tersebut kita akan undang, bahkan mungkin termasuk Pak Wakil Presiden,” tutupnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.