Jumat, 17 September 21

Senin, Amien Rais Datangi KPK Agar Tidak Dikira Lari

Senin, Amien Rais Datangi KPK Agar Tidak Dikira Lari

Jakarta, Obsessionnews.com – Mantan Ketua MPR Amien Rais mengaku telah menerima uang dari mantan Ketua Umum PAN Sutrisno Bachir (SB) sebesar Rp600 juta, tetapi dia mengaku tidak mengetahui asal-muasal uang tersebut. Amien Rais mengungkapkan hal itu dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Jumat (2/6), menyusul keterangan yang terungkap di peradilan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan yang menyebut dirinya menerima uang terkait aliran dana dugaan korupsi tersebut.

Menurutnya, bantuan dari SB untuk kegiatan operasional Amien Rais yang berlangsung selama 6 bulan pada tahun 2007, dimana dirinya sudah 3 tahun pensiun dari jabatan ketua MPR. Namun, kini hal itu menjadi berita di media yang dikaitkan dengan desakan pihak-pihak tertentu agar dia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Karena itu pada Senin mendatang saya akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangkat umroh pada 8 Juni ini. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab. Sekian dulu, sampai ketemu lagi insya Allah di kantor KPK besok Senin, 5 Juni 2017,” kata Amien Rais dalam pernyataan tertulisnya yang didapat Obsessionnews.com, Jumat (2/6/2017).

Di hadapan wartawan, Amien Rais mengaku telah menerima transfer dana dari Sutrisno melalui Yurida Adlani, Sekretaris Sutrisno Bachir Foundation, sebesar Rp 600 juta, pada 2007 silam.

Di dalam persidangan dengan tersangka mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadillah Supari, jaksa penuntut KPK, Rabu (31/05), Ali Fikri mengatakan salah-seorang saksi mengatakan bahwa dia meminta sekretaris Sutrino Bachir untuk mentransfer uang kepada Amien Rais sebesar Rp 100 juta lebih dari lima kali.

Jaksa KPK awalnya menyebut Amien Rais menerima enam kali transfer dari Siti Fadilah. Setiap transfer, Amien Rais diduga menerima Rp 100 juta. Menurut jaksa, uang tersebut adalah bagian dari keuntungan PT Mitra Medidua, perusahaan rekanan pemerintah dalam proyek alat kesehatan. Uang itu, lanjut jaksa, ditransfer kepada sejumlah orang yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah.

Berikut pernyataan Amien Rais:

Assalamu’alaikum WR.WB.

Terima kasih atas kedatangan saudara-saudara para wartawan yang saya hormati. Kasus aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir sejumlah 600 juta rupiah antara 15 Januari 2007 sampai 13 Agustus 2007, seperti dikatakan jaksa Ali Fikri di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 31/05/2017, yang dikirim ke rekening saya, langsung saya follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki.

Karena itu terjadi sudah 10 tahun lalu, saya segera merefresh memori saya. Pada waktu itu Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasional saya untuk semua kegiatan, sehingga tidak membebani pihak lain. Persahabatan saya dengan Sutrisno Bachir sudah terjalin lama sebelum PAN lahir pada 1998. Seingat saya, sebagai entrepreneur sukses waktu itu, dia selalu memberi bantuan pada berbagai kegiatan saya, baik kegiatan sosial maupun keagamaan.

Mas Tris adalah tokoh yang sangat baik dan dermawan, sering membantu banyak pihak. Bahkan siapa saja yang mendapat bantuan dana dari SB, saya tidak tahu. Saya pernah menanyakan pada SB, mengapa Anda membantu berbagai kegiatan saya. Jawabnya: “Saya disuruh Ibunda saya untuk membantu Anda”. Jadi ketika dia menawarkan bantuan tiap bulan buat kegiatan operasional saya, saya anggap sebagai hal wajar. Nah, kalau kejadian sepuluh tahun lalu kini diungkap dengan bumbu-bumbu dramatisasi di media massa dan sosial, tentu akan saya hadapi dengan jujur, tegas, apa adanya.

Di tahun 2007, saya sudah 3 tahun tidak lagi menjadi pejabat (waktu itu Ketua MPR). Namun rupanya bantuan SB untuk kegiatan operasional saya yang berlangsung selama 6 bulan itu pada tahun 2007 itu kini menjadi salah satu topik berita yang sangat menarik dan harus saya ikuti secara tegas dan berani. Karena itu pada Senin mendatang saya akan berkunjung ke Kantor KPK, untuk menjelaskan duduk persoalannya, sebelum saya berangakat umroh pada 8 Juni ini. Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab. Sekian dulu, sampai ketemu lagi insya Allah di kantor KPK besok Senin, 5 Juni 2017.

 

Wassalam

M. Amien Rais

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.