Jumat, 9 Desember 22

Seniman Aceh Suarakan Keprihatinan Perdagangan Ilegal Satwa Liar Melalui Festival Seni Bu-Moe Fest

Seniman Aceh Suarakan Keprihatinan Perdagangan Ilegal Satwa Liar Melalui Festival Seni Bu-Moe Fest
* Seniman dan anak muda Aceh menyuuarakan keprihatinan perdagangan ilegal satwa liar melalui Festival Seni Bu-Moe Fest. (Foto: Yayasan HAkA)

Banda Aceh, obsessionnews.com Yayasan HAkA (Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh) berkolaborasi bersama Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dan berbagai organisasi kemahasiswaan menyuarakan keprihatinan terhadap perdagangan ilegal satwa liar di Aceh melalui festival seni Bu-Moe Fest. Bu-Moe Fest berlangsung pada 28 Februari – 3 Maret 2022 di Leuser Conservation Training Center, Pango Deah, Ulee Kareng, Banda Aceh.

 

Baca juga:

Gagalkan Penyelundupan Narkotika, Polda Aceh dan Bea Cukai Berhasil Selamatkan 915 Ribu Jiwa Generasi Muda

Menteri Sofyan A. Djalil Peringati 17 Tahun Tsunami Aceh

Jokowi Canangkan Gernas Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar

Merdekakan Satwa di Hari Kemerdekaan, BKSDA Sumsel Lepasliarkan 3 Ekor Elang

 

Melalui serangkaian kegiatan kolaboratif antar seniman dan anak muda Aceh yang peduli terhadap lingkungan, khususnya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), Bu-Moe Fest memamerkan 20 lebih karya seni rupa dan mempertontonkan aksi seni pertunjukan sebagai media edukasi berbasis seni kepada pengunjung. Musisi kondang Aceh Maimunzir juga ikut memeriahkan panggung dan menyuarakan pesan-pesan pelestarian hutan di Aceh

 

Hutan Aceh khususnya Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dikenal sebagai tempat terakhir di dunia dimana badak, harimau, gajah, dan orangutan hidup berdampingan di alam liar.

 

“Saat ini satwa-satwa ini diburu dan diperdagangkan secara ilegal. Inilah mengapa kita bersama seniman dan anak-anak muda peduli lingkungan tergerak untuk menyuarakan ini (perdagangan ilegal satwa liar di Aceh), terlebih pada 3 Maret esok kita akan memperingati Hari Satwa Liar Sedunia” ucap Sekretaris Yayasan HAkA Badrul Irfan dalam kata sambutannya pada pembukaan Bu-Moe Fest, Senin (28/2/2022).

 

Dikutip dari siaran pers yang diterima obsessionnews.com, Rabu (2/3), dalam kesempatan itu Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi aksi seniman dan anak muda di Bu-Moe Fest. Egi, begitu ia akrab disapa, menyampaikan, kolaborasi dalam rangka penanganan kasus-kasus perdagangan ilegal satwa liar sudah berjalan dengan baik.

 

“Berbagai kasus dapat berhasil diungkap karena komitmen bersama berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam,” ungkap Egi.

 

Selanjutnya ia juga mengapresiasi dan mendukung penyadartahuan melalui kampanye interaktif dan kreatif yang dikemas di Bu-Moe Fest.

 

Turut tampil beberapa karya seni rupa dan seni pertunjukan dari mahasiswa ISBI Aceh.

 

“Kami mendukung penuh kreativitas mahasiswa dan mahasiswi dalam berkarya dan menyuarakan keresahan-keresahan sosial dengan kacamata seni,” ujar ketua prodi Seni Pertunjukan ISBI Aceh Erlinda.

 

Ia berharap semoga Bu-Moe Fest dapat menjadi ruang dan wadah di mana mahasiswa ISBI dapat berkreasi.

 

Rangkaian kegiatan seperti Live Painting, Poeh Cakra, dan Nonton Bareng akan terus meramaikan festival ini hingga ditutup pada Kamis (3/3/2022), tepat pada peringatan Hari Satwa Liar Sedunia. Serangkaian agenda kegiatan dapat dilihat melalui media sosial Bu-Moe Fest (bit.ly/TentangBuMoeFest). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.