Rabu, 21 Oktober 20

Senator AS Minta China Disanksi Karena Penyebaran Covid-19

Senator AS Minta China Disanksi Karena Penyebaran Covid-19

Senator Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham meminta agar China diberi sanksi karena penyebaran Virus Corona (Covid-19). Fars News (17/4/2020) melaporkan, Lindsey Graham menuduh China berada di balik penyebaran Virus Corona.

Senator AS meminta pemerintah AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap China. Situs Washington Examiner menulis, dalam wawancara dengan Fox News, Graham menuduh China bertanggung jawab atas meninggalnya seluruh korban Covid-19 di Amerika.

Ia mengklaim, seluruh bukti menunjukkan bahwa Cina mengkarantina negaranya sendiri sehingga warganya terlindungi, tapi mereka tidak menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi kepada dunia.

Senator AS ini menegaskan, China juga adalah negara terbesar pendukung wabah penyakit virus Corona. Ini adalah pandemi ketiga atau keempat yang keluar dari China. Graham menyebut virus Corona yang baru dibuat di laboratorium.

“Apa yang harus kita lakukan terhadap Iran, pemain yang buruk itu? Iran sudah kita sanksi, sekarang apa yang harus kita lakukan terhadap Cina, negara pendukung terbesar wabah penyakit di dunia? Kita harus menyanksi Cina agar perilakunya berubah,” ungkap Senator AS.

China Tutupi Lonjakan Kematian Akibat Covid-19 ?
Akhirnya, data korban meninggal dunia di Wuhan direvisi dengan tambahan 1.290 orang. Media pemerintah China melaporkan bahwa para pejabat di kota Wuhan, Provonsi Hubei, telah merevisi angka kematian akibat virus corona sebanyak 50%.

Selama berminggu-minggu, para pejabat China telah dihujani kritikan dari pengamat, yang sejak awal mencurigai bahwa pemerintah China kemungkinan tidak melaporkan secara terbuka tentang jumlah korban meninggal akibat virus corona.

Kematian di Wuhan saat ini dikatakan meningkat sebanyak 1.290 jiwa, sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 3.869 jiwa, seperti dilaporkan Kantor berita AFP. Lonjakan itu mengubah total angka kematian pasien Covid-19 di China, sehingga seccara nasional naik 39% menjadi 4.632 jiwa.

Angka itu diambil berdasarkan data terbaru yang diumumkan pemerintah China pada Jumat pagi (17/4). Surat kabar pemerintah, China Daily mengutip kantor pusat pemerintahan kota Wuhan, yang mengatakan ada ketidakakuratan dalam laporan awal.

Dilaporkan pula bahwa tidak ada keterlibatan para pejabat terkait revisi angka kematian tersebut. Wuhan, kota berpenduduk lebih dari 11 juta jiwa, baru saja mengakhiri kebijakan lockdown yang berlangsung ketat pada 8 April lalu.

Namun, rezim China membantah menutup-nutupi kasus lonjakan kematian terbaru akibat wabah virus corona di negara itu. Komentar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, muncul beberapa jam setelah korban tewas di Wuhan, lokasi virus pertama kali muncul, direvisi dengan tambahan 1.290 orang yang meninggal.

Dengan demikian total warga yang meninggal dunia akibat penyakit yang diakibatkan virus corona di Wuhan adalah 3.869. Dia mengatakan angka kematian itu didasarkan hasil tinjauan statistik untuk memastikan keakuratan.

Mereka juga mengatakan bahwa revisi merupakan praktik umum di dunia internasional, demikian dilaporkan kantor berita Reuters. (ParsToday/BBC News)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.