Minggu, 25 September 22

Semua Caketum Golkar Sepakat Tak Bikin Partai Baru?

Semua Caketum Golkar Sepakat Tak Bikin Partai Baru?
* Baliho dan banner para calon ketua umum (caketum Partai Golkar.

Jakarta, ObsessionnewsMusyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang akan digelar di Nusa Dua Convention Center, Bali, 14-16 Mei 2016, diikuti delapan calon ketua umum (caketum). Mereka adalah Ade Komarudin nomor urut 1, Setya Novanto (nomor 2), Airlangga Hartarto (nomor 3), Mahyudin (nomor 4), Priyo Budi Santoso (nomor 5), Aziz Syamsuddin (nomor 6), Indra Bambang Utoyo (nomor 7), dan Syahrul Yasin Limpo (nomor 8).

Munaslub ini memunculkan harapan ketum terpilih akan mengembalikan kejayaan Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini diharapkan memenangkan Pilkada serentak 2017. Selain itu juga diharapkan memenangkan Pemilu 2019. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memenangkan Pilpres 2019. Pasca Soeharto belum ada kader-kader Golkar yang berhasil menjadi Presiden hingga kini.

Di sisi lain Munaslub menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak. Dikhawatirkan pasca Munaslub partai yang berdiri pada 20 Oktober 1964 ini akan digembosi oleh kader-kadernya yang kalah dalam pemilihan ketum dengan mendirikan partai baru.

Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, semua caketum telah menandatangani kesepakatan khusus.

“Semua calon menandatangani kesepakatan, (calon yang kalah) tidak masuk ke dalam partai politik lain atau membentuk partai baru,” ujar Aburizal di Istana Presiden, Kamis (12/5).

Ical, panggilan akrabnya, tidak menjelaskan alasan mengapa para caketum menyepakati kesepakatan tersebut. Dia berpesan agar para caketum tak cuma siap menang, melainkan juga siap kalah.

Tampaknya sulit melaksanakan kesepakatan itu. Sebab, berdasarkan pengalaman tiga kali pemilihan ketum Golkar di era reformasi, kandidat atau tim suksesnya yang kalah kemudian membentuk partai baru. Dalam Munaslub Golkar tahun 1998 terjadi persaingan sengit antara Akbar Tandjung melawan Edy Sudradjat. Hasilnya, Akbar keluar sebagai pemenang. Karena gagal merebut kursi ketum Golkar, Edy kemudian mendirikan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Kemudian partai baru muncul lagi pasca Munas tahun 2004. Dalam Munas itu Akbar Tandjung yang mendapat dukungan dari Wiranto bersaing dengan Jusuf Kalla (JK). Dan kompetisi itu dimenangkan oleh JK. Meski kalah Akbar tetap bertahan di Golkar. Sedangkan Wiranto keluar dari Golkar, lalu mendirikan Partai Hanura pada tahun 2006.

Golkar kembali melahirkan partai baru pasca Munas tahun 2009. Ketika itu Ical mengalahkan Surya Paloh. Surya kemudian mendirikan Partai Nasdem pada tahun 2011.

Partai-partai lainnya yang lahir dari rahim Golkar adalah Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Partai Peduli Karya Bangsa (PKPB), dan Partai Gerindra.

Partai MKGR didirikan tahun 1998 oleh Mien Sugandhi, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Soeharto.

PPKB didirikan oleh Mbak Tutut, puteri mantan Presiden Soeharto, dan R. Hartono, mantan KASAD, tahun 2002.

Sementara itu Gerindra didirikan oleh Prabowo Subianto pada tahun 2008. Berdirinya Gerindra ini merupakan buntut dari kekalahan mantan Danjen Kopassus ini dalam konvensi capres Partai Golkar tahun 2003. Ketika itu yang memenangkan konvensi adalah Wiranto.

Hingga kini total Golkar telah melahirkan enam partai baru. Apakah akan muncul lagi partai baru setelah hajatan Munaslub 2016? (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Selamat Datang Soeharto Muda di Munaslub Golkar

Akankah Lahir Partai Baru Pasca Munaslub Golkar?

Aziz Syamsuddin Diprediksi Menang Munaslub Golkar

Mengembalikan Kejayaan Golkar

Peluang Ade Komarudin Jadi Ketum Golkar Sangat Besar

Soeharto, Keluarga Cendana, dan Munaslub Golkar

Pasti Kalah, Alasan Tommy Ogah Maju Caketum Golkar

Tommy Soeharto Tak Mau Lakukan Politik Uang

‘Timing’-nya Kurang Tepat, Tommy Batal Maju Caketum Golkar

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.