Selasa, 7 Desember 21

Sempat Tertunda, Akhirnya Paket Kebijakan Ekonomi 14 Diumumkan

Sempat Tertunda, Akhirnya Paket Kebijakan Ekonomi 14 Diumumkan
* Seskab Pramono Anung,Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menkominfo Rudiantara.

Jakarta, Obsessionnews.com – Mewakili pemerintah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkominfo Rudiantara dan Seskab Pramono Anung akhirnya mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke-14 yang semula ditunda di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/11/2016). Paket kebijakan menyangkut pemberian kemudahan pada pengembangan infrastruktur e-commerce.

Darmin  mengatakan, belum adanya peta jalan pengembangan e-commerce nasional yang menjadi acuan pemangku kepentingan dan adanya berbagai peraturan yang tidak mendorong tumbuh kembangnya e-commerce, membuat pemerintah harus mengelurkan kebijakan ini.

Dia menjelaskan paket kebijakan ke-14 ini bertunuan mendorong perluasan dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia secara efisien dan terkoneksi secara global. Mendorong kreasi, inovasi, dan invensi kegiatan ekonomi baru di kalangan generasi muda.

Selain itu, memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam pemanfaatan e-commerce dengan adanya arah dan panduan strategis dalam percepatan pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik pada periode Tahun 2016-2019.

“Memberikan pengutamaan dan perlindungan terhadap kepentingan nasional dan UMKM serta pelaku usaha pemula (start-up),” katanya.

Yang tidak kalah penting yakni, meningkatkan keahlian sumber daya manusia pelaku e-commerce. Menurut Darmin, paket ini juga akan menjadi acuan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menetapkan atau menyesuaikan kebijakan sektoral dalam rangka pengembangan e-commerce.

Seskab Pramono Anung menambahkan bahwa salah satu visi dari Pemerintah yaitu menempatkan Indonesia sebagai negara digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020.

Saat ini Indonesia merupakan salah satu pengguna internet terbesar di dunia, yang mencapai 93,4 juta orang dan pengguna telepon pintar (smartphone), yang mencapai 71 juta orang. Dengan potensi yang dimiliki ditargetkan dapat tercipta 1.000 technopreneurs dengan valuasi bisnis sebesar USD 10 miliar dan pada Tahun 2020 diprediksi nilai e-commerce mencapai USD 130 miliar.

“Karena Indonesia ingin 2020 kita akan menjadi negara digital ekekonomi terbesar di ASEAN,” ujar Pramono. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.