Minggu, 17 Januari 21

Sempat Minta TNI-Polri Ditarik, Bupati Nduga Akhirnya Minta Maaf

Sempat Minta TNI-Polri Ditarik, Bupati Nduga Akhirnya Minta Maaf
* Kapolda Papua Irjen Rudolf Albert Rodja. (Foto: dok humas Polda Papua)

Jayapura, Obsessionnews.com – Bupati Nduga, Yairus Gwijangge akhirnya menyampaikan permohonan maaf setelah sebelumnya bersikeras meminta Pemerintah Pusat menarik aparat TNI-Polri dari Kabupaten Nduga. Permintaan maaf itu disampaikan Yairus di hadapan Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A Rodja dan Pengdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua P Sembiring.

“Saya minta maaf bapak-bapak, yang berikutnya kita akan komunikasi,” kata Rodja, menirukan ucapan bupati, Kamis (15/8/2019).

Sikap Yairus meminta Pemerintah Pusat menarik aparat TNI-Polri dari Kabupaten Nduga, mendapat reaksi  dari petinggi Polri dan TNI di Papua. Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Albert Rodja bersama Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memutuskan langsung terbang ke Kabupaten Nduga untuk mendatangi pejabat nomor satu di wilayah itu.

Kedatangan kedua petinggi TNI-Polri ini disambut Yairus Gwijangge dan para tokoh masyarakat setempat di Distrik Kenyam, Nduga, Rabu (14/8). Tak hanya itu, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI Abdul Haris Napoleon, turut hadir.

Menurut Kapolda Rodja, kunjungannya ke Nduga untuk menyamakan persepsi Pemerintah Nduga  yang berbeda dengan TNI-Polri. Salah satunya keinginan Bupati setempat untuk menarik pasukan TNI-Polri dari wilayahnya.

Ia mengakui, bila selama ini ada perbedaan persepsi antara pihak keamanan dan pemerintah daerah setempat. Karenanya, dalam kesempatan tersebut, ia ingin mendengar langsung penjelasan bupati dan para tokoh masyarakat mengenai situasi di Nduga.

“Saya tanya kepada bupati, bapak bisa kasih jaminan kepada anggota TNI-Polri dan masyarakat di Nduga. Nah kita akan mencari solusi, itu saja tujuan kita ke sana (Nduga),” terangnya.

Menurut dia, perlu adanya penyamaan persepsi agar konflik sosial di Nduga bisa segera berakhir dan pembangunan bisa dijalankan kembali. Rodja juga menyatakan, harus ada jaminan keamanan dari Pemerintah Kabupaten Nduga bila mereka meminta pasukan TNI-Polri ditarik dari wilayah tersebut.

“Beliau sampaikan TNI-Polri non-organik harus ditarik, jadi saya bilang (ke bupati), bapak bisa beri jaminan tidak kepada masyarakat, terhadap anggota TNI-Polri yang sedikit di sana, atau mereka bisa jadi sasaran nanti, apa maksudnya,” kata dia.

Sebelumnya, Bupati Nduga Yairus Gwijangge meminta pemerintah secepatnya menarik personel TNI-Polri yang sedang menggelar operasi militer di wilayahnya sejak awal Desember 2018. Permintaan itu disampaikan Yairus saat bertemu Ketua DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 8 Agustus lalu.

Yairus memandang keberadaan personel TNI-Polri di wilyahnya membuat hidup masyarakat tidak tenang. Bahkan, masyarakat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di kabupaten lain hingga menyebabkan 11 distrik kosong. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.