Senin, 17 Januari 22

Sempat Buron Usai Bacok 3 Orang Terdekatnya, Seorang Pemuda Pekalongan Diringkus Polisi

Sempat Buron Usai Bacok 3 Orang Terdekatnya, Seorang Pemuda Pekalongan Diringkus Polisi
* Ilustrasi pembacokan. (Foto: Banten Pos)

Pekalongan, obsessionnews.comTim Buser Satreskrim Polres Pekalongan, Jawa Tengah, menangkap Kholiri (31) tantaran membacok tiga orang terdekatnya. Pelaku sempat kabur atau buron selama dua hari setelah pembacokan, dan akhirnya diringkus polisi.

Yang menjadi korban pembacokan sadis itu, adalah Slamet Bejo, dan Susanto yang merupakan sahabat pelaku. Serta, Waryo yang merupakan orang tua angkat pelaku.

“Selama dua hari kabur, Kholiri bersembunyi di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,” ujar Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Wahyu Rohadi, Kamis (2/12/2021).

Menurut Wahyu, pembacokan tersebut terjadi saat pelaku mendatangi rumah korban Susanto. Lokasinya bersebelahan dengan rumah tersangka.

“Saat itu, pelaku sudah membawa dua senjata tajam di tangannya,” ucapnya.

Waryo yang mengetahui kejadian itu, mencoba menghalangi niat pelaku. Namun pelaku dengan sadis langsung membacok orang tua angkatnya itu dengan celurit. Tak berhenti di situ, pelaku kemudian membacok sahabatnya, Slamet Bejo, dan mengejar Susanto yang akhirnya juga berhasil dianiaya.

Usai membacok ketiga korban, tersangka kemudian melarikan diri dengan sepeda motor tetangganya. Tersangka sempat membuang sepeda motor di wilayah Kabupaten Pemalang, untuk menghilangkan barang bukti, dan kemudian bersembunyi di wilayah Kabupaten Kendal.

Dihadapan penyidik, tersangka Kholiri mengaku, memiliki dendam dengan kedua sahabatnya karena sering menghina kekasihnya. Kini tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Pekalongan, untuk kepentingan penyelidikan.

Penyidik polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapir, yakni Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Selain itu, dia juga dijerat Pasal 372 KUHP, tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.