Selasa, 30 November 21

Semen Kendeng Kembali Bergejolak, Warga Ajukan Banding

Semen Kendeng Kembali Bergejolak, Warga Ajukan Banding
* Demonstrasi warga Rembang ketika sidang sebelumnya untuk mempengaruhi keputusan hakim. Walau akhirnya, mereka selaku penggugat harus gigit jari terhadap putusan.

Semarang, Obsessionnews – Perjuangan rakyat Kendeng menolak pembangunan pabrik semen PT. Semen Indonesia belum berakhir. Kali ini, Senin (27/04) ratusan warga Kendeng Utara, Kabupaten Rembang mengawal penyerahan nota banding yang dilakukan penggugat atas pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

Koordinator aksi, Joko Prianto menegaskan keadilan di tanah Rembang hanya milik pejabat saja, bukan rakyat selaku pemegang kekuasaan tertinggi di Indonesia.
“Pendirian pabrik PT. Semen Indonesia di Rembang akan menghilangkan puluhan mata air, mengubah budaya gotong royong masyarakat desa dan dampak kerusakan lain,” serunya.

Ia tidak ingin menjadi korban kebijakan yang salah atas berdirinya pabrik. Begitu pula penilaian Joko terhadap penyusun AMDAL yang dilihatnya melakukan manipulasi data guna meloloskan ijin lingkungan.

Demo Semen Kendeng-2

Sebelumnya, saksi ahli dari Universitas Gadjah Mada membenarkan penyusunan AMDAL oleh PT Semen Indonesia. Meski begitu, dikemudian hari pihak UGM membantah keterangan ahli dari pengajarnya dan menjelaskan bahwa ponor di wilayah Kendeng sebagai sumber air yang besar.

“Fakta persidangan menunjukkan bagaimana intimidasi terhadap warga yang menolak pabrik semen telah dilakukan,”ujarnya

Joko menyatakan, majelis hakim dalam sidang sebelumnya tidak fokus pada hal-hal bersifat substansial. Keterangan-keterangan penting harus menjadi pertimbangan dalam persidangan. Terlebih hakim tersebut merupakan hakim lingkungan.

“Namun PTUN Semarang menggambarkan dengan jelas bagaimana hal-hal substansial dikalahkan oleh majelis hakim dengan dalih kadaluarsa,” jelasnya berapi-api.

Semen Kendeng-3

Seperti yang diketahui, putusan majelis hakim PTUN Semarang menyatakan pihak penggugat telah melewati waktu pendaftaran sehingga gugatan harus gugur dengan alasan daluarsa dan pihak tergugat telah mensosialisasikan perihal pembangunan. Padahal sosialisasi tersebut hanya ditujukan pada segelintir warga saja.

Oleh sebab itu, pihaknya mengajukan banding tepat 14 sehari semenjak putusan kasus semen Kendeng digulirkan. Ia juga kecewa karena putusan hakim tidak mencerminkan rasa keadilan warga Kendeng Utara yang memperjuangkan hak hidupnya berupa air

“Putusan hakim belum pada hal-hal substansial yang telah dipersilahkan dalam persidangan dan pengajuan banding merupakan hak konstitusional setiap warga negara untuk mendapatkan keadilan,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.