Minggu, 26 Juni 22

Semen Indonesia Kuasai Pasar Jawa Timur

Semen Indonesia Kuasai Pasar Jawa Timur

Imar

Jakarta-Semen Indonesia berhasil menguasai market share sebesar 72,5 persen untuk penjualan di Jawa Timur. Di Jawa Timur, selama Januari-Juli 2013, penjualan semen semua merek mencapai 4,13 juta ton.

Hal itu dikatakan Kepala Departemen Penjualan PT Semen Indonesia Tbk Ketut Arsha Putra, Rabu (4/9/2013).

” Pada awal Semester II ini kami telah mengoperasikan fasilitas penggilingan baru di pabrik kami yang berada di Tuban dengan kapasitas 1,5 juta ton untuk mengatasi kekurangan pasokan. Sehingga, pelanggan/peritel tidak perlu khawatir tentang jaminan pasokan semen,” tuturnya.

Kinerja penjualan Semen Indonesia daerah Area IV (Kediri, Jombang, Blitar, Nganjuk, Trenggalek, dan Tulungagung di Jawa Timur) terus meningkat. Mulai Januari-Agustus 2013, penjualan semen di wilayah tersebut mencapai 550.357 ton. Kediri masih memegang porsi terbesar di Area IV dengan penjualan mencapai 155.374 ton.

Hingga Semester I 2013, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang menggembirakan. Laba bersih tercatat Rp2,58 triliun atau Rp 436 per saham atau meningkat  22,9% dari periode yang sama tahun 2012.

Pertumbuhan laba bersih Semen Indonesia sejalan dengan pencapaian pendapatan yang tercatat sebesar Rp11,4 trilliun atau meningkat 31,9% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp8,6 trilliun.

Pendapatan tersebut didukung oleh total volume penjualan semen yang tercatat sebesar 12,23 juta ton atau meningkat 18,3% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 10,32 juta ton, yang terdiri dari volume penjualan dalam negeri sebesar 12,14 juta ton (meningkat 18,0%) dan penjualan ekspor sebesar 0,09 juta ton (meningkat 170%).

Sementara itu volume penjualan semen nasional (industri) tumbuh 7,5% menjadi 27,83 juta ton dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar  25,89 juta ton. Peningkatan penjualan Semen Indonesia yang melampaui pertumbuhan industri didukung oleh beroperasinya Pabrik Tuban IV dan Tonasa V dan semakin solidnya sinergi khususnya di bidang marketing dan distribusi di Semen Indonesia Group, sehingga market share domestik kami mampu meningkat menjadi 43,6% dari tahun lalu sebesar 40,9%.

“Kami akan terus memperluas pasar dari tahun ke tahun,”terangnya.

Sebagian besar pendapatan  Perseroan berasal dari pasar dalam negeri sebesar  Rp10,91 triliun atau setara dengan 95,53% dari total pendapatan di semester I tahun ini, atau meningkat 26,42% dibandingkan posisi penjualan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 8,63 triliun.

Dari pasar dalam negeri, komposisi pendapatan Semen Indonesia yang berasal dari pelanggan di Jawa dan luar Jawa hampir berimbang. Di semester I 2013, pasar Jawa menyumbang pendapatan senilai Rp 5,72 triliun (52,43% dari total penjualan domestik), sedangkan konsumen di luar Jawa berkontribusi terhadap pendapatan sebesar Rp 5,19 triliun atau sebesar 47,57% dari total penjualan domestik.

Selain mempertahankan dominasi di pasar dalam negeri, lanjutnya Semen Indonesia terus berupaya menggenjot penjualan ke pasar luar negeri, terutama negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Sepanjang Januari hingga Juni tahun ini, Semen Indonesia berhasil mencatatkan pendapatan di pasar luar negeri sebesar Rp 511,64 miliar. Jumlah ini melonjak hampir 170% dibandingkan penjualan luar negeri di semester I tahun lalu yang hanya sebesar Rp 30,34 miliar.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.