Minggu, 28 November 21

Semangat Rekonsiliasi Memajukan Golkar

Semangat Rekonsiliasi Memajukan Golkar
* Ketua Umum Golkar Setya Novanto (ketiga dari kiri) saat pengumuman pengurus DPP Golkar periode 2016-2019 di kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (30/5/2016).

Jakarta, Obsessionnews – Sebelum Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 14-17 Mei 2016, berhembus isu akan lahir partai baru. Hal itu terkait sengitnya antara kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono. Ketika itu sejumlah pihak memprediksi kubu yang kalah dalam perebutan ketua umum (ketum) Golkar untuk menggantikan Aburizal akan mendirikan partai baru.

Namun, kini rumor pendirian partai baru itu tidak terdengar lagi setelah susunan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar masa bakti 2016-2019 diumumkan di kantor DPP Golkar, Senin (30/5). Ketum Golkar Setya Novanto yang berasal dari kubu Aburizal mengakomodir kedua kubu dalam kepengurusan.

Munaslub diikuti delapan calon caketum yang terdiri dari enam orang dari kubu Aburizal dan dua orang dari kubu Agung. Adapun para loyalis Aburizal tersebut adalah Setya Novanto, Ade Komarudin, Aziz Syamsuddin, Airlangga Hartarto, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo. Sedangkan yang berasal dari kubu Agung adalah Mahyudin dan Priyo Budi Santoso.

Aburizal masih memainkan peran penting di partai berlambang pohon beringin ini. Ia menempati jabatan Ketua Dewan Pembina. Sementara itu Agung menduduki posisi Ketua Dewan Pakar.

Dari lima mantan calon ketum Golkar yang berasal dari kubu Aburizal hanya seorang yang tidak masuk dalam kepengurusan, yakni Syahrul Yasin Limpo. Ade Komarudin mendapat jatah menduduki jabatan Wakil Ketua Dewan Pembina. Airlangga Hartarto menjadi Koordinator Bidang (Korbid) Ekonomi. Indra Bambang Utoyo menempati jabatan Korbid Pertahanan dan Keamanan. Aziz Syamsuddin diberi jabatan Kepala Bidang (Kabid) Daerah.

Sementara itu dua mantan calon ketum yang  didukung Agung mendapat posisi strategis. Mahyudin dipercaya menjadi Wakil Ketua Dewan Pakar. Sedangkan Priyo Budi Santoso menjadi anggota Dewan Pembina.

Susunan pengurus Golkar yang mengakomodir kedua kubu ini sesuai harapan Aburizal. “Saya berharap pengurus baru DPP Partai Golkar terbentuk atas semangat rekonsiliasi untuk memajukan partai,” kicaunya di akun Twitternya, @aburizalbakrie, Kamis (26/5).

Seperti pasca Pilpres 2014 Golkar terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Ical dan Agung. Pada awal Desember 2014 dalam Munas di Bali Ical terpilih lagi menjadi menjadi ketum Golkar untuk periode 2014-2019. Namun, Munas Bali tak diakui oleh tokoh-tokoh Golkar yang dimotori Agung. Kelompok Agung kemudian membuat Munas tandingan di Ancol, Jakarta, pada Desember 2014. Agung terpilih sebagai ketum masa bakti 2014-2019.

Perseteruan kedua kubu itu kemudian bergulir ke meja hijau. Setelah lebih dari setahun konflik di tubuh partai beringin itu, kedua kubu akhirnya bersepakat menggelar Munaslub untuk memilih ketum periode 2016-2019.

Melahirkan Enam Partai

Sebelumnya Golkar melahirkan enam partai. Dalam Munaslub Golkar tahun 1998 terjadi persaingan sengit antara Akbar Tandjung melawan Edy Sudradjat. Hasilnya, Akbar keluar sebagai pemenang. Karena gagal merebut kursi ketum Golkar, Edy kemudian mendirikan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Kemudian partai baru muncul lagi pasca Munas tahun 2004. Dalam Munas itu Akbar Tandjung yang mendapat dukungan dari Wiranto bersaing dengan Jusuf Kalla (JK). Dan kompetisi itu dimenangkan oleh JK. Meski kalah Akbar tetap bertahan di Golkar. Sedangkan Wiranto keluar dari Golkar, lalu mendirikan Partai Hanura pada tahun 2006.

Golkar kembali melahirkan partai baru pasca Munas tahun 2009. Ketika itu Ical mengalahkan Surya Paloh. Surya kemudian mendirikan Partai Nasdem pada tahun 2011.

Partai-partai lainnya yang lahir dari rahim Golkar adalah Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Partai Peduli Karya Bangsa (PKPB), dan Partai Gerindra.

Partai MKGR didirikan tahun 1998 oleh Mien Sugandhi, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Soeharto.

PPKB didirikan oleh Mbak Tutut, puteri mantan Presiden Soeharto, dan R. Hartono, mantan KASAD, tahun 2002.

Sementara itu Gerindra didirikan oleh Prabowo Subianto pada tahun 2008. Berdirinya Gerindra ini merupakan buntut dari kekalahan mantan Danjen Kopassus ini dalam konvensi capres Partai Golkar tahun 2003. Ketika itu yang memenangkan konvensi adalah Wiranto. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Menunggu ‘Soeharto Muda’ Berpidato di Istana Presiden

HMPI Yakin Tommy Soeharto Mampu Memajukan Golkar

Dua Anak Soeharto Masuk Dalam Kepengurusan Golkar

Ormas Tommy Soeharto Kecewa Akom Tidak Bertarung Sampai Akhir

Ormas Tommy Soeharto Doakan yang Terbaik Bagi Golkar

Tommy Soeharto Buang Peluang Emas

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.