Senin, 25 Oktober 21

Semangat Bandung Lautan Api Dikobarkan Ridwan Kamil

Semangat Bandung Lautan Api Dikobarkan Ridwan Kamil

Bandung, Obsessionnews – Upacara dan tabur bunga menandai peringatan Bandung Lautan Api ke- 69 digelar di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung, Senin (23/3). Walikota Bandung  Ridwan Kamil, Wakil Walikota Bandung Oded M Danial bersama Ketua Dewan Pengurus Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Bandung  Soedirman mengawali tabur bunga diikuti sejumlah pejabat dan masyarakat dari berbagai elemen.

“Tabur bunga dan ziarah ke makam sebagai bukti penghargaan kepada para pahlawan yang berkorban pada peristiwa Bandung Lautan Api,” tutur Kang Emil–  sapaan akrab Ridwan Kamil.

Ia berharap, peristiwa Bandung Lautan Api yang sudah 69 tahun seyogyanya menjadi penyemangat warga kota Bandung dalam memperjuangkan kejayaan daerahnya, sehingga dapat mewujudkan pribadi yang rela berkorban dan bangkit dari kesulitan.

BLA2

Sekitar 200 ribu rumah yang sengaja di bakar oleh warga Bandung, demi menyelamatkan kedaulatan bangsa patut diacungkan jempol, karena warga Bandung tidak rela daerahnya ditempati penjajah NICA Belanda dengan sekutunya.  “Mereka rela membakar rumahnya sendiri demi harga diri bangsa dan rela berjalan kaki ke Bandung Selatan sekitar 30 kilometer dalam kondisi yang serba kekurangan. Keikhlasan inilah yang patut dicontoh warga Bandung!” seru Kang Emil.

Pahlawan Mohammad Toha, Komandan Barisan Rakjat Indonesia, sebuah kelompok milisi pejuang yang aktif dalam masa Perang Kemerdekaan Indonesia patut dicontoh. Pahlawan Toha  sebagai tokoh pahlawan dalam peristiwa Bandung Lautan Api di Kota Bandung. Toha meninggal dalam kebakaran sebagai misi penghancuran gudang amunisi milik Tentara Sekutu bersama rekannya  Ramdan.  Setelah meledakkan dinamit dalam gudang amunisi tersebut.

Pada 23 Maret 1946 tentara Sekutu kembali mengeluarkan ultimatum ke-2. Mereka menuntut agar semua masyarakat dan pejuang Tentara Keamanan Rakyat (TKR) mengosongkan kota Bandung bagian selatan. Sejak 24 Januari 1946 TKR telah mengubah namanya menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

bla3

Demi mempertimbangkan politik dan keselamatan rakyat, pemerintah memerintahkan TRI dan para pejuang lainnya untuk mundur dan mengevakuasi Bandung Selatan. Setelah mengadakan musyawarah di kawasan Retentweg (jalan Dewi Sartika Bandung saat ini), para pejuang sepakat untuk menuruti perintah pemerintah. Tapi mereka tidak mau menyerahkan kota Bandung bagian selatan itu secara utuh.

Rakyat pun diungsikan keluar kota Bandung. Para anggota TRI dengan berat hati meninggalkan Bandung bagian selatan. Sebelum ditinggalkan Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang dan anggota TRI. Peristiwa ini di kenal dengan sebutan “Bandung Lautan Api”. Dalam rangkaian peristiwa tersebut Toha gugur dalam misinya menghancurkan gudang amunisi Tentara Sekutu. Dalam peristiwa ini juga terlahir lagu Halo, Halo Bandung yang dinyanyikan para TRI dalam penantian mereka untuk kembali ke rumah mereka di Bandung.

Pada acara yang diikuti sejumlah pejuang, anggota TNI Polri dan sejumlah elemen masyarakat ini dijadwalkan pula digelar Senin malam Longmarch atau pawai obor yang diikuti 3000 siswa/ siswi dari berbagai sekolah di Bandung dimulai dari lapangan Tegallega menuju kantor Pemerintah kota Bandung jalan Wastukancana berjarak sekitar 10 km dan keesokan harinya dilakukan upacara peringatan Bandung Lautan Api di kantor Pemkot Bandung. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.