Sabtu, 4 Desember 21

Breaking News
  • No items

Semakin Kuat Desakan Ahok Maju Lewat Jalur Independen

Semakin Kuat Desakan Ahok Maju Lewat Jalur Independen
* Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih populer dengan panggilan Ahok.(Foto: Popi Rahim/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Desakan dari berbagai elemen masyarakat agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 lewat jalur independen semakin menguat. Bahkan Partai Nasdem gencar mengajak partai-partai lain agar mendukung Gubernur DKI petahana itu maju sebagai calon gubernur (cagub) melalui jalur independen. (Baca: Ridwan Kamil Mundur, Ahok Semakin Sulit Dikalahkan di Pilkada DKI)

Nasdem partai pertama yang resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Ahok tanpa syarat, Jumat (12/2/2016). Partai besutan Surya Paloh ini mempersilakan Ahok maju lewat jalur independen, dan membantu komunitas relawan Teman Ahok mempercepat pengumpulan sejuta KTP. Sebagai bukti keseriusan dukungannya terhadap Ahok, Nasdem membentuk Muda-Muda Nasdem yang bersinergi dengan Teman Ahok dalam mengumpulkan KTP. (Baca: Ormas Tommy Soeharto Nilai Ahok Tak Terbendung di Pilkada DKI)

Setelah angkat koper dari Partai Gerindra tahun 2014, Ahok tidak menjadi kader partai manapun hingga saat ini. Sejak 2015 Ahok mengungkapkan keinginannya maju sebagai cagub independen pada Pilkada DKI 2017. Untuk itu ia membutuhkan sejuta KTP. Teman Ahok bergerilya mengumpulkan KTP sejak petengahan 2015. Total jumlah KTP yang terkumpul hingga Kamis (3/3/2016) sebanyak 763.428 KTP. (Baca: Jakarta Butuh Sosok Pemberani Seperti Ahok)

Semula Teman Ahok menargetkan sejuta KTP pada Mei 2016. Jika hal itu terwujud, Ahok akan mendeklarasikan diri sebagai cagub independen. Namun Ahok meminta perolehan sejuta KTP dipercepat menjadi April. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi Teman Ahokuntuk bekerja lebih keras lagi. (Baca: Duet Ahok-Samad Bikin Ngeri Koruptor)

Ahok menginginkan berduet lagi dengan kader PDI-P yang juga Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat, dalam Pilkada DKI 2017. Ahok mengklaim mendapat dukungan dari PDI-P. Namun, katanya, PDI-P tidak mau mendukung Teman Ahok. Ini artinya PDI-P ingin Ahok maju lewat jalur partai. (Baca: Dukungan Untuk Ahmad (Ahok-Samad) Terus Mengalir dari Netizen)

Hal ini sempat membuat Ahok ragu apakah akan maju lewat jalur independen atau jalur partai.

Namun kemudian Ahok memutuskan tetap akan maju lewat jalur independen seperti semula, setelah mencermati semakin kuatnya desakan dari berbagai elemen masyarakat agar dia maju lewat jalur non partai.

Ahok memberi waktu seminggu kepada PDI-P untuk mengambil keputusan apakah diizinkan menggaet Djarot maju melalui jalur independen.

“Kami tunggu sampai minggu depan, karena jawabannya mesti jelas,” kata Ahok di Pasar Kramatjati Jakarta Timur, Jumat (4/3/2016).

Menurutnya, keputusan dari PDI-P itu penting, karena Teman Ahok harus mengisi nama calon wakil gubernur (cawagub) dan mengajukannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI.

Pendaftaran calon independen dilakukan pada Juli 2016 nanti. Hal ini tercantum dalam Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Kepala Daerah.

Ahok mengaku mengantongi sejumlah nama cawagub selain Djarot. Siapapun yang nanti bakal mendampinginya, Ahok telah mantap maju lewat jalur independen. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.