Selasa, 20 Oktober 20

Selesaikan Proyek LRT, KAI Kembali Kucurkan Kredit Sindikasi Sebesar Rp4,2 Triliun

Selesaikan Proyek LRT, KAI Kembali Kucurkan Kredit Sindikasi Sebesar Rp4,2 Triliun
* Penampakan kereta LRT (foto : Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – Untuk memenuhi pembiayaan dalam pembangunan Depo dan Stasiun LRT Jabodebek, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan kredit sindikasi. Penandatanganan Perjanjian Perubahan dan Pernyataan Kembali atas Perjanjian Kredit Sindikasi Termasuk Tambahan Pembiayaan Depo & Stasiun  LRT Jabodebek Sebesar Rp4,2 Triliun.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan pinjaman tersebutmerupakan tambahan atas pinjaman sebelumnya pada tahun 2017 sebesar 18,1 triliun untuk kredit investasi dan Rp1,15 triliun untuk kredit modal kerja. Dikatakannya dengan adanya tambahan pinjaman tersebut diharapkan penyelesaian Depo dan Stasiun proyek LRT Jabodebek dapat segera terealisasi sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

“Saya berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak dalam pelaksanaan proyek LRT Jabodebek ini. Dengan dukungan penuh dari perbankan, kami optimis LRT Jabodebek dapat selesai tepat waktu,” ujar Didiek dalam sambutannya usai melakukan penandatanganan secara virtual di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Penandatangan perjanjian fasilitas kredit ini dilakukan oleh 15 (lima belas) Bank Sindikasi yang terdiri dari Himbara, BPD, Bank Swasta Nasional dan Bank Swasta Asing. Adapun bank-bank tersebut adalah Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, CIMB Niaga, PT SMI, Bank DKI, MUFG, Hana Bank, Shinhan Bank Indonesia, Bank Sumut, Bank Mega, Bank Permata, Bank BJB, dan Bank Papua. Mewakili KAI, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, sementara dari bank sindikasi diwakili masing-masing Direksi atau yang dikuasakan. Penandatanganan juga disaksikan secara virtual oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perhubungan.

Didiek menambahkan, penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen KAI dan perbankan dalam merampungkan proyek LRT Jabodebek yang ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan Tahun 2022. Penandatanganan ini merupakan kolaborasi KAI dan perbankan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dijelaskannya bahwa LRT Jabodebek nantinya akan menjadi moda transportasi andalan baru bagi masyarakat yang akan menuju kawasan bogor, depok, dan bekasi atau ibukota.

“Diharapkan dengan adanya transportasi massal yang dapat diandalkan, dapat semakin meningkatkan mobilitas masyarakat dalam beraktivitas sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional nantinya,” tutup Didiek.

Sesuai Perpres No. 49 tahun 2017, KAI diberi penugasan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana proyek LRT Jabodebek, mulai dari pembangunan atau pengadaan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan aset sarana dan prasarana dengan masa konsesi selama 50 tahun sejak ditandatanganinya berita acara beroperasinya LRT Jabodebek. Rencananya, LRT Jabodebek akan beroperasi 560 kali perjalanan per hari pada hari kerja dengan headway rata-rata 3 sampai 6 menit.

Untuk mengakomodir kebutuhan mobilisasi masyarakat, KAI menyediakan 18 Stasiun pemberhentian LRT Jabodebek. Setiap rangkaian LRT Jabodebek terdiri dari 6 (enam) kereta yang dapat dioperasikan tanpa masinis. LRT Jabodebek diproyeksikan mampu melayani 116 ribu pengguna per hari pada awal masa operasinya dan diharapkan meningkat menjadi 474 ribu pengguna per hari pada tahun 2071. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.