Jumat, 27 Mei 22

Selamatkan Generasi Muda, Sekolah Perlu Ciptakan Satgas Anti Narkoba

Selamatkan Generasi Muda, Sekolah Perlu Ciptakan Satgas Anti Narkoba
* Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto saat berkunjung ke SMKN 5 Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy, pada Senin (5/4/2021) kemarin. (Foto: Istimewa)

Jakarta, obsessionnews.com – Masalah narkoba masih menjadi ancaman bagi keberlangsungan masa depan generasi muda di Indonesia. Bahkan dapat mengancam anak sekolah dalam melaksanakan proses belajar mengajar untuk ke depannya.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto saat berkunjung ke SMKN 5 Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy, pada Senin (5/4/2021) kemarin.

Data yang diterima dari Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pengguna narkoba di Provinsi Sulut selama rentang 2019-2020 memiliki angka prevalensi penyalahguna narkoba sebesar 0,7% dari total jumlah penduduk atau 14.366 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata pada usia 13-27 tahun sebagai pengguna narkoba.

Dalam kesempatan itu, Agus mengatakan bahwa anak-anak sekolah rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Untuk itu anak sekolah harus dilindungi, sebab anak-anak adalah generasi yang paling menentukan.

“Mulai dari lingkungan sekolah, kita harus galakkan satgas anti narkoba agar mereka tidak terjerumus dan  ikut berpartisipasi aktif menyelamatkan bangsa dari ancaman narkoba,” ujar Agus.

Pada kesempatan itu juga Agus melakukan pencanangan SMKN 5 Manado sebagai Sekolah Bersih Narkoba (Bersinar). Selain itu juga melantik 30 guru dan siswa untuk menjadi Satgas Anti Narkoba.

Dia menjelaskan, pencanganan Sekolah Bersinar merupakan sebuah komitmen untuk menjaga satuan pendidikan khususnya di sekolah sehingga tidak terpapar oleh kasus-kasus penyalahgunaan narkoba.

“Keberadaan Satgas Anti Narkoba di sekolah ini sangat penting. Guru dan para siswa/i bisa langsung terlibat untuk menciptakan Indonesia yang bersih dan bebas dari narkoba,” tandasnya.

Meski begitu, pemerintah juga memiliki peranan dan tanggung jawab besar untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba. Kemenko PMK sesuai tugas dan fungsinya terus mengkoordinasikan berbagai upaya bersama kementerian atau lembaga lintas sektor.

“Masalah narkoba tidak hanya masalah obat, melainkan sangat kompleks termasuk peredaran dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu kerja sama semua pihak agar kita bisa mengantisipasi hal tersebut dan menyelamatkan masa depan anak-anak generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor J Lasut akan terus melakukan pembinaan melalui pelatihan, mensosialisasikan bahaya narkoba, pendampingan sidak test urine sampai dengan rehabilitasi apabila ditemukan siswa sebagai pecandu atau penindakan hukum apabila terlibat penyalahgunaan sebagai bandar atau kurir narkoba. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.