Sabtu, 18 September 21

Selama Dua Minggu Ditahan, Al Khathathath Baru Diperiksa Satu Kali

Selama Dua Minggu Ditahan, Al Khathathath Baru Diperiksa Satu Kali
* Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon bersama para Anggota Komisi III DPR Romo Syafi’i, Muslim Ayub, Abdul Wahab Dalimunte, Nasir Djamil mendatangi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat untuk mengatahui kondisi ‎ ‎Sekjen Forum Umat Islam (FUI) ‎Muhammad Al Khaththath‎ yang dikabarkan diberlakukan tidak baik.

Fadli mengatakan, ‎Al Khaththath‎ sudah ditahan selama dua minggu, ia dituduh melakukan makar dengan berencana menunggangi aksi 313 untuk menggulingkan pemerintah. Selama menjalani masa tahanan,  ‎Al Khaththath‎ tidak diperkenankan menerima tamu dari luar.

“Kami kemarin kedatangan dari pengacara dan ulama yang menyampaikan keprihatinan terkait penangkapan dan penahanan Al Khaththath‎. Ini sudah hampir dua minggu, sulit ditemui, dan jatah makanya berkurang. Karena itu kami ingin melihat secara langsung bagaimana kondisinya,” ‎ujar Fadli di Mako Brimob, Selasa (18/4/2017).

Setelah bertemu dengan ‎Al Khaththath‎, Fadli menyampaikan, bahwa selama ditahan di Mako Brimbob yang bersangkutan baru menjalani pemeriksaan satu kali. Pemeriksaan itu terkait aksi 313 dan dugaan makar. Fadli sendiri tidak percaya tuduhan itu karena tidak ada buktinya.

“Menurut keterangan ‎Al Khaththath‎ ia sampai hari ini hari ke 18, baru diperiksa satu kali saja. Pada hari itu, dan pemeriksaannya itu terkait 313. Ia mengatakan tidak ada rencana makar karena sudah berkoordinasi dengan Menkopolhukam,” katanya.

Fadli tidak percaya ada tuduhan makar karena banyak saksi-saksi dan laporan yang mengatakan tidak ada upaya makar yang akan dilakukan oleh para ulama. Fakatnya kata dia, polisi juga tidak pernah memberi tahun bukti tersebut karena memang tidak ada, dan hanya diada-adakan.

“Makar itu kan kalau pakai senjata, ulama kan nggak pegang senjata. Komnas HAM sendiri memberikan rekomendasi agar penahanan ‎
Al Khaththath‎ ditangguhkan. Jadi jangan sampai menyalahi hak asasi manusian. Apalagi hanya terkait dengan masalah Pilkada,” katanya.

Kunjungan ini kata Fadli bagian dari tugas dan fungsi DPR dalam bidang pengawasan. DPR ingin mengingatkan kepada aparat penegak hukum agar tidak menggunakan hukum seenaknya sendiri, tanpa dasar-dasar yang jelas. “Kita ini di negara demokrasi tidak bisa seenaknya negara menahan orang tanpa dasar yang kuat,” jelasnya.

Adapun soal jatah makan, Fadli mengatakan berdasarkan keterangan ‎Al Khaththath‎‎ hanya diberi makan satu hari dua kali. Ia banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah dan membaca Al quran. “Untuk makan petugas hanya memberi jatah dua kali. Kalau mau lebih dia harus beli sendiri. Beliau banyak mengisi waktunya untuk baca Al quran,” ucapnya. (Albar)


Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.