Senin, 4 Juli 22

Selama 2016 Terjadi 57.371 Kasus Penembakan di AS, 14.859 Tewas

Selama 2016 Terjadi 57.371 Kasus Penembakan di AS, 14.859 Tewas
* Teror di Amerika Serikat.

New York – Pusat data statistik penembakan di Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa dari 190 kasus penembakan yang dilaporkan di seluruh negara ini selama beberapa hari lalu, sedikitnya 61 orang tewas dan 116 lainnya cidera.

Sejak awal tahun 2016 hingga 29 Desember 2016, tercatat ada 57.371 kasus penembakan di seluruh wilayah AS yang merenggut korban tewas sebanyak 14.859 orang dan menciderai 30.315 lainnya.

Sebanyak 662 korban tewas dan terluka adalah anak-anak di bawah usia 11 tahun. Selain itu, sejak awal tahun 2016 hingga kini sedikitnya 135 polisi Amerika tewas saat bertugas. Angka ini mengalami kenaikan 56 persen di banding tahun sebelumnya.

Perilisan jumlah korban tewas akibat kasus penembakan di AS kini mencapai titik kritis dan mengejutkan. Sejatinya di negara yang mengklaim sebagai pembela Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan serta bahkan di era perang dingin para penasehat militer mereka di negara-negara dunia ketiga layak mendapat sebutan sadis, kini kesadisan di negara ini sangat mencengangkan.

Saat ini, penggunaan senjata di Amerika telah keluar dari pengawasan dan kehidupan warga sipil terancam. Selain itu, insiden penembakan yang merenggut nyawa warga mencapai titik bukan saja warga negara ini khawatir namun juga warga dunia lainnya. Isu ini bahkan menuai reaksi luas di masyarakat Amerika, di mana Hillary Clinton, mantan kandidat presiden dari kubu Demokrat selama kampanye pilpres mengakui bahwa jumlah korban tewas akibat penggunaan senjata api di negara in tahun lalu lebih dari 30 ribu orang dan mencapai 33 ribu korban jiwa.

Dalam pandangan pemerintah Amerika, senjata api sekedar produk konsumtif dan mereka tidak meningkatkan sisi keselamatan dan keamanan produk ini. Di 21 negara bagian Amerika di tahun 2014, jumlah korban tewas akibat kasus penembakan senjata api lebih tinggi ketimbang korban kecelakaan. Pusat kebijakan anti kekerasan menyatakan, meski jumlah korban kecelakaan jalan raya di AS menurun, namun angka kematian akibat penembakan di 10 negara bagian lebih tinggi ketimbang jumlah korban kecelakaan.

Di sisi lain, selama enam tahun lalu, angka ini mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat. Laporan yang dirilis menunjukkan jika proses saat ini terus berlanjut, setiap tahun jumlah korban aksi penembakan akan lebih tinggi dari korban kecelakaan lalu lintas.

Pemerintah Demokrat Amerika pasca sejumlah insiden penempakan penting khususnya kasus penembakan di sekolah dasar Sandy Hook di tahun 2012 yang menewaskan 26 orang termasuk 20 siswa dan enam staf sekolah dan masyarakat tercengang oleh insiden ini, pemerintah berusaha merevisi undang-undang kebebasan membawa senjata. Namun mengingat pengaruh produsen senjata di Kongres, anggota dewan ini gagal membatasi kebebasan membawa senjata.

Sejatinya keuntungan berlimpah penjualan senjata mendorong produsen besar senjata melalui lobi kuatnya di Kongres mencegah peratifikasian undang-undang pembatasan senjata dan jual belinya. Mayoritas warga Amerika mengatakan bahwa ketidakpedulian pemerintah dan Kongres terkait isu penggunaan senjata dan reformasi undang-undangnya sebagai faktor utama berlanjutnya serial penembakan mematikan di negara ini.(ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.