Kamis, 26 Mei 22

Sel Novanto dan Nazaruddin Palsu, Moralitas Jajaran Lapas Sukamiskin di Titik Nadir

Sel Novanto dan Nazaruddin Palsu, Moralitas Jajaran Lapas Sukamiskin di Titik Nadir
* Mata Najwa mendapati Setya Novanto menempati sel palsu. Sumber/Narasi TV.

Jakarta, Obsessionnews.com – Tertangkapnya Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen oleh KPK tak membuat kapok jajaran petugas Lapas. Pasalnya saat Ditjen PAN yang dipimpin Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami melakukan sidak ke Lapas Sukamiskin, bersama Tim Mata Najwa, didapati dua narapidana koruptor Setya Novanto dan M Nazaruddin menempati sel palsu.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPR Arsul Sani cukup prihatin karena kedua terpidana itu masih mau melakukan kebohongan publik karena sel yang ditempati ternyata palsu. Kejadian ini, kata dia, menunjukkan  integritas jajaran petugas Lapas berada di titik nadir.

“Penegasan Menkum HAM yang memastikan bahwa sel yang ditempati SN dan MZ adalah palsu, bukan sel yang menjadi tempat mereka, menunjukkan bahwa persoalan moralitas dan integritas jajaran Lapas Sukamiskin ada pada titik nadir,” ujar Arsul Sani, Kamis (26/7/2018).

Arsul sulit membayangkan kenapa jajaran Lapas berani melakukan manipulasi di saat pimpinannya ditangkap KPK. “Bayangkan, jajaran tersebut berani membohongi atasannya sendiri karena temuan tersebut terjadi ketika ada inspeksi yang dilakukan atasan langsungnya sendiri, yakni Dirjen Pas. Hanya kebetulan temuan tersebut dimulai dari kecurgiaan media yang diajak, dalam hal ini Najwa dan timnya,” imbuh Arsul.

Dalam sidak itu, Najwa Shihab selaku pembawa acara Mata Najwa yang ditayangkan Trans7 memang ikut dalam sidak. Najwa curiga dengan sel Novanto dan Nazaruddin, lalu mengklarifikasinya ke Menkum HAM Yasonna Laoly yang hadir di acara Mata Najwa. Yasona membenarkan kedua sel terpidana korupsi itu palsu.

“Itu bukan sel Nazaruddin dan sel Setya Novanto,” kata Yasonna.

Kembali soal jajaran lapas yang membohongi Sri Puguh. Arsul Sani menyebut, ental jajaran Lapas Sukamiskin sudah sangat bobrok. Sekjen PPP ini meminta Yasonna segera melakukan pembenahan dengan menggandeng pihak luar kementerian.

“Menurut pendapat saya, Menkum HAM sudah saatnya melakukan terobosan dalam pembinaan dan pengawasan terhadap jajaran lapas yang seperti itu dengan melibatkan atau mengundang pihak eksternal. Pihak eksternal tersebut bisa KPK, ORI (Ombudsman RI) atau tim internal kementerian/lembaga yang diberi kewenangan antara lain untuk melakukan sidak,” ucap Arsul.

Diketahui Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami melakukan sidak di Lapas Sukamiskin. Tim Mata Najwa yang ikut dalam sidak itu menyorot kondisi sel Setya Novanto dan M Nazaruddin.

Berbeda dengan sel beberapa napi korupsi lain, sel Novanto dan Nazaruddin tampak sederhana. Ada pula hal-hal mencurigakan, di antaranya ada parfum wanita di sel Novanto dan sel Nazaruddin yang pindah. Papan nama Setya Novanto di pintu juga terlihat baru alias tempelan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.