Selasa, 26 Oktober 21

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im
* Foto: Men's Obsession

Kinerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terbilang sukses lantaran mampu mengejawantahkan prgram Nawacita yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla.

Seperti memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu dengan program Bidikmisi yang berjalan dengan baik. Di bidang entreprenurship dan startup, Kemenristekdikti juga berhasil menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa usaha. Selain itu pelaksanaan SBMPTN 2018 terbilang sukses hingga menghasilkan lulusan terbaik sekitar 165.831 dari 860.001 pendaftar yang telah mengikuti Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) maupun Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Keberhasilan tersebut tak lepas dari karena peran dari Sekertaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im. “Dari segi peningkatan mutu pendidikan dan perluasan akses pendidikan bagi calon mahasiswa kurang mampu, Kemenristekdikti berhasil menyalurkan beasiswa bidikmisi kepada 339.348 mahasiswa,” terang Ainun.

Sementara untuk perluasan akses pendidikan bagi calon mahasiswa di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) sebanyak 3.468 mahasiswa telah mendapat bantuan melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Selain itu, Kemenristekdikti juga mendorong program prioritas nasional, yakni Science Techno Park (STP), sehingga melahirkan 16 STP yang sudah matang. Untuk itu, Ainun akan terus mengoptimalkan pengembangan STP tersebut, sehingga sesuai target yang diharapkan. Kebutuhan tenaga kerja yang terampil dan kompeten kini banyak dibutuhkan di dunia industri.

Untuk menjawab itu, Kemenristekdikti melakukan revitalisasi terhadap pendidikan vokasi (Politeknik). Revitalisasi dilakukan dengan menjadikan 12 Politeknik sebagai pilot project. Tercatat sebanyak 132 dosen Politeknik diberi pelatihan dan mengambil sertifikat kompetensi internasional, 420 dosen Politeknik diberi pelatihan dan mengambil sertifikat kompetensi dalam negeri, dan 1400 mahasiswa Politeknik diberi beasiswa untuk mengambil sertifikat kompetensi dalam negeri.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan kualitas sumber daya agar unggul dan bersaing, Kemenristekdikti memberikan beasiswa S2 untuk dosen sebanyak 52 (Luar Negeri) dan 817 (Dalam Negeri). Sedangkan beasiswa S3 untuk dosen sebanyak 965 (Luar Negeri) dan 8.488 (Dalam Negeri), sementara melalui program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), jumlah peserta program PMDSU 3 batch sebanyak 626 peserta, 20 diantaranya lulus magister, 18 peserta batch 1 lulus doktor, dan 588 peserta lainnya masih dalam proses pendidikan.

Sementara itu di bidang riset, Kemenrisetdikti terus mendorong para dosen dan peneliti di Indonesia untuk produktif dalam menghasilkan publikasi. Hasilnya, tahun 2017 jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia sukses mencapai angka 16.147 per 31 Desember 2017 melebihi Thailand dan Vietnam. Sementara berdasarkan Direct Open Access Journal (DOAJ), publikasi Indonesia sebanyak 1.156 dan menempati peringkat pertama di dunia melebihi Brazil dan United Kingdom.

Sehingga, publikasi ilmiah internasional Indonesia telah mencapai target yang telah dicanangkan di awal tahun, yakni di atas angka 15 ribu publikasi. Sementara pada program peningkatan inovasi, Kemenristekdikti berhasil mencapai 661 Start Up. Untuk pendanaan inovasi di industri di tahun 2017 anggarannya sebesar 65,240 M, meningkat dari tahun 2016, yakni 36,288 M dan 2015 sebesar 18,500 M. Total ada 129 proposal yang didanai dari tahun 2015-2017. (Bal)

 

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2018

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.