Minggu, 28 November 21

Sekjen Bantah Anggaran Parfum Ruangan DPR Akal-akalan

Sekjen Bantah Anggaran Parfum Ruangan DPR Akal-akalan

Jakarta, Obsessionews – Nampaknya, adanya pernyataan yang mengungkapkan anggaran pewangi (parfum) ruangan DPR RI sebesar Rp2,3 miliar untuk tahun 2015, memancing reaksi pihak DPR. Apalagi anggaran ini disebut akal-akalan, mengada-ada dan pemborosan, serta sindiran bahwa bau pewangi untuk menutupi ‘bau busuk’ oknum DPR terkait dugaan korupsi.

Menanggapi sindiran ‘keras’ ini, Sekretaris Jenderal DPR RI Winantuningtyastiti menjelaskan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp2,3 miliar itu sudah sangat logis, dan disusun bukan asal-asalan tanpa ada keterangan yang lengkap.

“Dalam pengelolaan anggaran, perencanaan itu tidak mungkin ngawur. Tidak mungkin ada perencanaaan yang asal-asalan. Ada kriteria untuk perencanaan, ada standar dan tahapan,” kilahnya di Gedung DPR, Selasa (14/3/2015). ‎

Ia pun merinci ‎dalam setahun, setiap bulannya Gedung DPR membutuhkan 1.110 botol, alat pengharum urinoir setiap bulannya juga harus diisi 385 kemasan, kemudian tisu dan tempatnya yang setiap bulan memerlukan sekitar 242 kemasan.

Selain itu, lanjutnya, ada cairan pembersih dudukan kloset setiap bulannya membutuhkan sekitar 112 kemasan, pewangi untuk acara pidato kenegaraan yang dalam satu tahun digelar empat kali, serta pengadaan 163 tempat sampah untuk pembalut wanita.

Menurut dia, anggaran Rp2,3 miliar sudah sesuai untuk memenuhi kebutuhan setahun.‎ Terlebih anggaran itu menjadi batas maksimal, pada kenyataannya kata dia, anggaran yang dikeluarkan bisa berkurang, ketika sudah dilelangkan ke pihak tender.
“Realisasinya Rp1,5 miliar. Itu hasil lelang terbuka item-item itu dalam setahun. Sudah dilelang dan hasilnya pengadaan itu,” jelas Sekjen DPR.

Adapun mengenai anggaran pemeliharaan rusa DPR yang mencapai Rp650 juta, itu digunakan untuk perawatan kesehatan rusa, dengan dibantu oleh dokter hewan yang didatangkan dua kali dalam satu pekan. Kemudian untuk pembelian makan rusa sebanyak 58 ekor, dan juga untuk membayar pejaganya setiap bulan.

Menurut Sekjen DPR, anggaran tersebut sudah sangat cukup untuk kebutuhan perawatan rusa selama satu tahun. Lagipula, ia yakin setelah dilelang anggarannya nantinya juga akan turun menjadi Rp 500 juta. Artinya, kata dia, anggaran tersebut hanya disisisikan bila ada kebutuhan‎ lain di luar dugaan.

Ia meminta kepada masyarakat agar tidak terlalu cepat mencurigai anggaran yang disusun oleh Sekeratariat Jenderal DPR. Sebab, semua rancangan anggaran itu dipublikasikan melalui website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR untuk memenuhi kewajiban transparan dan terbuka pada publik.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.