Jumat, 13 Desember 19

Sekecil Apa Pun Kader Parmusi Harus Berbuat untuk Kemaslahatan Umat

Sekecil Apa Pun Kader Parmusi Harus Berbuat untuk Kemaslahatan Umat
* Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam memberikan sambutan di acara Rakernas Muslimah Parmusi. (Foto: Albar / OMG)

Cianjur, Obsessionnews.com – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam menyatakan, bahwa lebih dari 32 rakyat Indonesia hidup dalam garis kemiskinan. Dari jumlah itu mayoritas dari kalangan umat Islam. Jumlah itu bahkan hampir sama dengan jumlah rakyat Malaysia, yakni sekitar 40 juta jiwa.

Mengingat begitu besarnya jumlah rakyat miskin di Indonesia, maka umat Islam tidak boleh hanya diam dan sibuk mengecam, khususnya Parmusi. Sebagai kader, semangat untuk menciptakan perubahan harus diwujudkan. Sekecil apa pun keberadaan kader Parmusi harus bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Orang itu tidak butuh ibadahmu, karena ibadah itu input. Output-nya adalah dengan ibadah diri kalian bisa menjadi lebih baik, berperilaku yang benar, santun, ramah, bisa memberikan manfaat kepada orang sekecil apa pun. Itulah yang harus menjadi ciri khas kader Parmusi,” ujar Usamah saat membuka acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Muslimah Parmusi di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (4/10/2019).

Minimal, kata Usamah, kader Parmusi bisa memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar. Parmusi sendiri sejatinya sudah memiliki banyak program yang diorientasikan untuk kemaslahatan umat. Misalnya  program Desa Madani. Program ini bisa dengan mudah diterima masyarakat karena orientasinya adalah dakwah bukan politik. Sedangkan makna dan strategi dakwah itu luas.

“Kalau kita punya rasa kepedulian terhadap umat itu tinggi, maka kader-kader Parmusi harus concern dan sungguh-sungguh mengembangkan Desa Madani. Sebab ensensi yang mau diwujudkan dalam Desa Madani sangat dalam, ingin mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir dan batin,” jelasnya.

Usamah pun meminta kader Parmusi saat ini harus bisa mengubah mindset atau pola pikirnya dari orientasi politik yang suka mencaci dan mengecam di media sosial, menjadi kader yang solutif. Terjun ke masyarakat bergerak dengan umat melakukan perubahan nyata.

“Cina dikecam tapi mereka berbuat nyata. Sedangkan kita yang suka mengecam tidak mampu berbuat apa-apa, cenderung malas-malasan. Itu bedanya Cina dengan kita,” jelasnya.

Sementara itu  KetuaUmum Muslimah Parmusi Nurhayati Payapo menyatakan, dalam Rakernas ini juga akan diadakan workshop Pemberdayaan Masyarakat Desa Muslimah Parmusi. Worshop ini diadakan untuk mencari formalasi tentang peran apa saja yang bisa dilakukan Muslimah Parmusi dalam mengembangkan Desa Madani.

“Wilayah perempuan yang bisa digarap untuk mendukung program Desa Madani itu sebenarnya sangat luas. Nah, di workshop ini nanti akan kita rumuskan bersama, termasuk strategi pencapaiannya,” ujar Nurhayati.

Rakernas Muslimah Parmusi ini dihadiri kurang lebih 15 pengurus wilayah dan sejumlah pengurus daerah lain. Termasuk dihadiri Ketua Majelis Penasihat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Sekjen Parmusi Abdurrahman Syagaff, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH Syuhada Bahri, dan juga Bendahara Parmusi Dewi Achyani. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.