Jumat, 27 Mei 22

“Sejumlah Pemerintah Islam Khianati Cita-cita Palestina”

“Sejumlah Pemerintah Islam Khianati Cita-cita Palestina”

Teheran – Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, menilai puasa masyarakat khususnya para pemuda dan remaja pada hari-hari terpanjang dan terpanas tahun ini sebagai manifetasi keindahan bulan penuh berkah Ramadhan.

Hal itu disampaikan Rahbar pada khutbah shalat Idul Fitri, Rabu (6/7), di Tehran, seraya menyampaikan selamat atas hari eid ini kepada bangsa Iran dan umat Islam. Beliau menilai bulan Ramadhan di Iran tahun ini sarat spiritualitas, fokus, tawasul, kekhusyukan dan khidmat.

Ayatullah Khamenei menambahkan, “Ada tangan-tangan keji yang berusaha agar para remaja tidak berpuasa akan tetapi berkat pertolongan Allah Swt, mereka gagal dan akan gagal di masa mendatang.”

Melanjutkan khutbahnya, Rahbar mengatakan, pelaksanaan pawai akbar Hari Qods Sedunia pada cuaca sangat panas, merupakan manifestasi keindahan lain dan salah satu langkah besar dan bentuk perjuangan masyarakat pada bulan Ramadhan. Dengan kehadiran tersebut, masyarakat menyatakan bahwa jika sebagian pemerintah Islam mengkhianati cinta-cita Palestina, namun bangsa Iran siap menghadapi musuh dan menjaga masalah Palestina tetap lestari.

Adapun pada khutbah kedua shalat Idul Fitri, Rahbar menyinggung aksi teror terabaru di Irak, Turki, Bangladesh dan sejumlah negara seraya mengatakan, “Sangat disayangkan sekali Idul Fitri umat Islam tahun ini di sejumlah negara, berubah menjadi acara duka akibat ulah para teroris yang atas instruksi tuan mereka hendak menggantikan Islam sejati dengan Islam rekayasa, dan kejahatan ini adalah hasil dari pengembang-biakan para teroris oleh dinas-dinas keamanan Amerika Serikat, Inggris, dan rezim Zionis.

Beliau menegaskan bahwa dosa pembantaian manusia tidak berdosa di kawasan berada di tangan para pendukung teroris Takfiri yang tentunya mereka sendiri secara bertahap sedang menderita akibat terorisme, akan tetapi dosa dan tindak kriminal itu tidak akan terlupakan.

Beliau menyayangkan berkobarnya perang dan instabilitas di negara-negara kawasan termasuk Suriah, Libya dan Yaman seraya menandaskan, “Rakyat Yaman sekarang telah satu tahun tiga bulan menjadi sasaran bombardir, akan tetapi kepada masyarakat dan pemimpin bijak mereka harus diacungi jempol karena dalam kondisi seperti itu dan juga pada cuaca panas, mereka menggelar pawai akbar Qods dengan sangat meriah.”

Menurut Ayatullah Khamenei, tujuan utama kekuatan imperialis menggulirka perang dan menebar instabilitas di kawasan adalah agar masalah Palestina terlupakan.

“Perjuangan untuk pembebasan Palestina adalah perjuangan Islam dan untuk semua di mana berlanjutnya gerakan ini adalah tugas seluruh umat Islam dan keliru jika masalah Palestina ditempatkan dalam kerangka masalah internal dan Arab saja,” pungkas Rahbar. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.