Minggu, 20 Januari 19

Cerita Megawati Soal Percobaan Pembunuhan Berdarah Sukarno

Cerita Megawati Soal Percobaan Pembunuhan Berdarah Sukarno
* Megawati Sukarnoputri. (Foto istimewa)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebagai Presiden yang lahir dari pergolakan revolusi, Sukarno tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia. Ada juga pihak-pihak yang tidak suka dengan model kepemimpinan Sukarno sehingga upaya percobaan pembunuhan kerap menimpa Sukarno. Beruntung Sukarno selalu selamat dari teror itu.

Cerita mengenai upaya percobaan pembunuhan kembali dikisahkan oleh putrinya, Megawati Sukarnoputri. Mega tak pernah lupa momen ketika sekolahnya di Perguruan Cikini merayakan hari jadi ke-15 dengan menggelar malam amal dan bazar pada 30 November 1957. Saat itu Mega dapat tugas menjaga pameran.

Suasana semakin semarak dengan kehadiran Presiden Sukarno, yang datang bukan sebagai presiden tapi wali murid Mega dan Guntur. Banyak teman Mega dan murid-murid lain sekolah itu bercengkerama akrab dengan Sukarno.

Namun, seketika suasana berubah pilu begitu Sukarno hendak menuju mobilnya untuk pulang. Enam granat dilemparkan pemuda-pemuda asal Bima, Nusa Tenggara Timur, ke arah Sukarno. Korban berjatuhan.

“Tidak terlupa karena korbannya dari kawan saya ada 100-an orang, baik meninggal, luka parah, atau luka kecil. Ada beberapa yang cacat seumur hidup,” kata Mega seperti dikutip Historia, Jumat (11/1/2019).

Sukarno sendiri selamat dari kejadian yang kemudian disebut Peristiwa Cikini itu. Selain kesigapan para personel Detasemen Kawal Pribadi (DKP), pasukan pengawal Sukarno yang dipimpin Komisaris Besar Mangil Martowidjojo, kata Mega, ayahnya bisa selamat karena ada granat yang meleset.

Diceritakan bahwa granat yang berpotensi tepat mengenai Sukarno telat beberapa detik dilemparkan. Keterlambatan itu terjadi karena si pelempar ragu.

“Karena lihat Bung Karno begitu ceria tertawa bersama teman-teman sekolah saya, detik-detik itu terlewat. Jadi, korban banyak teman saya di Cikini,” sambung Mega.

“Dalam pengadilan, mereka sangat menyesal. Mereka hanya diberitahu Bung Karno akan datang ke suatu tempat,” kata Mega, menjelaskan ketidaktahuan pelaku terhadap sosok Sukarno yang mereka kira jahat.

Upaya pembunuhan terhadap Sukarno itu menewaskan 10 orang dan melukai 100-an lainnya. Peristiwa itu bukan satu-satunya upaya pembunuhan terhadap Sukarno. Peristiwa lain yang diingat Mega terjadi pada 9 Maret 1960.

Daniel Maukar, pilot tempur AURI, memberondong Istana Negara menggunakan pesawat Mig-17. Peluru senapan mesin pesawatnya langsung menembus dinding istana dan mengenai ruang makan.

“Kalau diteliti, ada satu peluru yang berbahaya. Satu peluru itu dinyatakan akan mengenai tepat kepala ayah bila sedang ada di ruang makan,” kata Mega.

Sukarno selamat karena saat kejadian sedang rapat di Dewan Nasional yang juga berkantor di kompleks Istana Merdeka (kini kantor Dewan Nasional jadi kantor Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila).

Selain dua upaya pembunuhan tersebut, ada lima upaya pembunuhan lain yang pernah dialami Sukarno. Ketujuh upaya pembunuhan itu diulas mendalam dalam buku Mengincar Bung Besar. Dua buku lainnya yaitu Kennedy & Sukarno dan Ho Chi Minh & Sukarno. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.