Selasa, 26 Oktober 21

Sejarah, Sekjen PBB Didemo Tiga Juta Warga Maroko

Sejarah, Sekjen PBB Didemo Tiga Juta Warga Maroko
* Unjuk rasa memprotes pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon soal Sahara Barat , di Rabat, Maroko, Minggu (13/3/2016) .

Rabat, Obsessionnews – Lebih dari tiga juta orang berunjuk rasa, Minggu (13/3/2016) di Rabat, Maroko, memprotes pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon soal Sahara Barat. Mereka mengutuk komentar Ban Ki-moon. Pengunjuk rasa terdiri dari para partai politik, serikat pekerja dan organisasi masyarakat sipil.

Ini sejarah penting. Benkirane dari Parlemen Maroko menggelar pembahasan tentang hal ini. Benkirane menyatakan, bahwa Sekjen PBB ‘menjatuhkan ketidakberpihakan dan netralitas selama kunjungannya ke wilayah tersebut’.

“Dewan Keamana PBB telah menyakiti perasaan orang Maroko,” katanya, seperti dilansir laman Morocco World News.

Setelah pertemuan dengan para pejabat Aljazair, serta dengan para pemimpin Polisario, Ban Ki-moon menyatakan simpatinya terhadap separatis.Pemerintah Maroko bereaksi terhadap pernyataan bahwa Ban Ki-moon setelah kunjungannya ke kamp Tindouf, Aljazair.

“Pemerintah Kerajaan Maroko menyatakan protes terkuat menyusul pernyataan yang dibuat oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon selama kunjungannya ke Tindouf dan Algiers atas masalah Sahara,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah Maroko, Selasa.

“Komentarnya secara politik tidak pantas, belum pernah terjadi sebelumnya, dan bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan,” kata pernyataan itu.

Diketahui, Sahara Barat merupakan salah satu area di Maroko. Secara de fakto Sahara Barat belum diakui oleh Internasional. Aljazair mengklaim, Sahara Barat bukan wilayah Maroko. Lalu, Aljazair menculik orang-orang dari Sahara Barat dan dikumpulkan dalam sebuah kamp bernama Tindouf.

Dalam kamp tersebut, Aljazair memaksa warga Sahara memberontak kepada pemerintah Maroko dan menyuarakan lepas dari negara Maghribi ini. Permasalahan Sahara Barat seperti separatis yang berada di Aceh. (PR)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.