Senin, 18 November 19

Sejak Lama Jadi Buronan, Keberadaan Sjamsul Nursalim Masih Misteri

Sejak Lama Jadi Buronan, Keberadaan Sjamsul Nursalim Masih Misteri
* Sjamsul Nursalim. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjiu Nursalim, telah ditetapkan tersangka oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia ( BLBI). Semenjak menjadi saksi hingga kini, Sjamsul dan istri tak pernah memenuhi panggilan.

 

Baca juga:

Lika Liku Kasus BLBI yang Berujung Penetapan Sjamsul Nursalim Tersangka

Sebut Kasus BLBI Sudah Selesai, KPK Tuding Balik Pihak Sjamsul Nursalim

Telisik Kasus BLBI, KPK akan Panggil Sjamsul Nursalim

 

Informasi sementara keduanya kini berada di Singapura. Namun belum ada yang memastikan apakah keduanya masih menetap di sana atau sudah kabur ke negara lain pasca penetapan tersangka. Yang pasti KPK akan menggandeng interpol untuk melacak dan menangkap Sjamsul.

“Kita kan punya banyak teman di luar. Salah satunya dengan interpol, kemudian dengan CPIP, dengan teman-teman dari lembaga lain di luar. Mudah-mudahan ya tujuan utamanya adalah mengembalikan kerugian negara. Mudah-mudahan bisa dilakukan dengan baik,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, bila seseorang sudah menjadi tersangka, interpol akan sangat membantu. Ia menjelaskan kasus ini nantinya akan dinaikkan ke tingkat penyidikan. Karena itu KPK juga akan melacak sejumlah aset Sjamsul. “Di situ kan miss representasinya kalau nggak salah 4,8 T ya. Mudah-mudahanlah, doain saja,” kata Agus.

Sjamsul sebenarnya sudah menjadi buronan cukup lama. Bos Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) itu disebut pernah dicari interpol. Keberadaan Sjamsul juga disebut-sebut tidak berada di Indonesia.

Hal itu diketahui dari berita acara pemeriksaan (BAP) mantan koordinator tim pengarah bantuan hukum Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK), Hadiah Herawatie atau Diah. Saat itu Sjamsul dicari untuk menyelesaikan kewajibannya terkait BLBI.

“Dalam BAP oversight committee buat pendapat kewajiban Sjamsul Nursalim antara lain Sjamsul Nursalim harus bayar kewajiban Rp 1 triliun, melakukan penyempurnaan aset-aset yang diberikan, oversight committee melakukan asset tracing untuk menambah kekurangan aset-aset yang kerja sama dengan interpol agar dapat mendatangkan Sjamsul Nursalim,” ucap jaksa KPK saat sidang terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

“Apa benar Sjamsul ke luar negeri?” tanya jaksa KPK.

“Saya lupa kalau ada kendala seperti itu jadi ya memang di luar negeri,” jawab Diah ketika bersaksi sidang waktu itu.

Selain itu, Diah mengatakan saat itu tim pengarah bantuan hukum dan oversight committee melakukan rapat untuk melacak aset Sjamsul. Bahkan, pemerintah bekerja sama dengan interpol untuk menelusuri Sjamsul.

“Disampaikan ke OC (oversight committee) lalu rapat dengan tim pengarah bantuan hukum, OC mengurus angka-angkanya, tim pengarah bantuan hukum mengurus asset tracing, kerja sama interpol,” tutur Diah.

Dalam perkara ini, Syafruddin selaku mantan Ketua BPPN didakwa merugikan negara sebesar Rp 4,5 triliun terkait BLBI. Kerugian negara itu berkaitan dengan penerbitan SKL dari BPPN terhadap BDNI, yang dimiliki pengusaha Sjamsul. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.