Senin, 30 Maret 20

Sedih! Liverpool Kalah Tanpa Diadu dengan Man City

Sedih! Liverpool Kalah Tanpa Diadu dengan Man City
* Liverpool. (Foto: Twitter @LFC)

Inilah kelemahan sistem kompetisi hanya perolehan angka, tanpa pertandingan final. Sedih bagi Liverpool. Meski The Reds tidak berhadapan dengan Manchjester City untuk beradu di final, tetapi harus kalah hanya karena selisih angka.

Yakni, Liverpool boleh menang atas Wolves di laga pamungkas, namun gelar Liga Primer tetap tak jatuh ke pelukan mereka.

Liverpool menutup musim 2018/19 dengan kemenangan 2-0 atas Wolverhampton Wanderers di Anfield, Minggu (12/5) malam WIB. The Reds meraih 97 poin musim ini, namun masih belum berhasil mengklaim gelar Liga Primer Inggris.

Pertandingan tidak berjalan mudah bagi Liverpool. Mereka harus langsung menghadapi pergerakan lincah Diogo Jota dan Raul Jimenez. Fabinho sempat dibuat kerepotan pada menit-menit awal pertandingan. Namun, Liverpool berhasil menaklukkan Wolves dengan skor 2-0.

Manchester City meski tidak mengalahkan tim kuat Liverpool tetapi ternyata tim asuhan Pep Guardiola ini memperoleh gelar juara Liga Primer Inggris setelah mengalahkan Brighton. Kemenangan di kandang Brighton memastikan Man City sebagai juara Liga Primer Inggris untuk kedua kali secara beruntun.

Manchester City resmi menjuarai Liga Primer Inggris setelah membungkam Brighton and Hove Albion 4-1, Sabtu (12/5). Bermain di markas lawan, City sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Glenn Murray, namun semenit kemudian Sergio Aguero menyamakan kedudukan.

City tampil di bawah standar di menit awal dan, tak lama setelah kabar Sadio Mane mencetak gol untuk Liverpool melawan Wolves, tim Pep Guardiola tertinggal. Namun, akhirnya The Citizen bisa juga mengalahkan Brighton dengan skor 4-1.

Untuk ketiga kalinya dalam 10 tahun terakhir, Liverpool gagal memenangkan Liga Primer Inggris setelah persaingan yang sengit. Mungkin bukan jodoh?

Untuk ketiga kalinya dalam sepuluh tahun terakhir, Liverpool kembali gagal memenangkan Liga Primer Inggris walau sempat memuncaki kompetisi di musim dingin. Sejujurnya, nyaris tidak ada yang salah dengan performa The Reds pada tiga periode itu. Tim asuhan Jurgen Klopp ini hanya kalah oleh satu faktor X dalam persaingan dan itu kembali terbukti pada musim ini. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.