Senin, 19 April 21

Sebelum Operasi Keselamatan Jaya 2021, Polisi Lakukan Sosialisasi dan Edukasi terhadap Pengguna Jalan

Sebelum Operasi Keselamatan Jaya 2021, Polisi Lakukan Sosialisasi dan Edukasi terhadap Pengguna Jalan
* Sat Lantas Jakbar sedang membagikan masker dan melakukan sosialisasi menjelang operasi Keselamatan Jaya 2021. (Foto: akun twitter @TMCPoldametro)

Jakarta, obsessionnews.com – Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Keselamatan Jaya 2021 yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 – 25 April 2021. Hal itu untuk mengedukasi seluruh masyarakat agar tidak melakukan mudik lebaran ketika Hari Raya Idulfitri 2021 mendatang.

Tak hanya itu, alasan Polda Metro Jaya menggelar operasi tersebut juga untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sudah mulai menurun.

Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan operasi tersebut, personel Satlantas Jakarta Barat (Jakbar) melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat di wilayah Jakbar.

11.01 Unit Dikyasa Sat Lantas Jakbar bersama Dishub dan Pol-PP melaksanakan kegiatan pembagian masker dan sosialisasi Ops Kepolisian Keselamatan Jaya 2021 yg akan dilaksanakan mulai tanggal 12-25 April 2021 di Tl. Asemka Taman Sari,” tweet akun @TMCPoldametro, Kamis (8/4/2021).

 

Tak hanya di wilayah Jakbar saja, di hari dan jam yang hamper bersamaan wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) juga melakukan hal yang sama. Namun di wilayah Jaksel ini hanya memberikan himbauan soal protokol  kesehatan (Prokes) kepada warga yang melintas di wilayah Pondok Indah.

10.22 Sat Lantas Jaksel memberikan himbauan keselamatan berlalu lintas kpd masyarakat pengendara motor/mobil dan himbauan protokol kesehatan covid 19 di TL Pondok Indah Jakarta Selatan,” tulis TMC lagi dalam akun Twitternya.

Seperti diketahui, pemerintah resmi mengumumkan bahwa mudik lebaran pada tahun ini ditiadakan. Ketentuan itu berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan keputusan itu ditetapkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan setelah digelarnya rapat koordinasi antara Kemenko PMK dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait.

Keputusan itu dilakukan mengingat tingginya angka penularan dan angka kematian, baik masyarakat maupun tenaga kesehatan akibat wabah Covid-19 akibat beberapa kali libur panjang, khususnya setelah libur natal dan tahun baru hingga menyebabkan tingginya bed ocupancy rate (BOR) di rumah sakit. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.