Rabu, 21 Oktober 20

Sebelum Meninggal Choirul Huda Sempat Ngeluh Sakit di Dada

Sebelum Meninggal Choirul Huda Sempat Ngeluh Sakit di Dada
* Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda (foto: pinterest)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia usai berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues, pada laga dengan Semen Padang dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017). Choirul Huda sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Berita tentang meninggalnya Choirul Huda menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pantauan Obsessionnews.com di google trends wilayah Indonesia pada Senin (16/10) pukul 10.12 WIB berita ini ditelusuri lebih dari 500.000 kali.

Benturan Choirul Huda dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues ini terjadi pada menit ke-44, Choirul Huda coba mengamankan gawang dari ancaman Marcel Sacramento, tetapi dadanya malah mengenai kaki dari Rodrigues.

Pada saat kejadian itu, Choirul Huda sempat bergerak, kemudian tidak sadarkan diri. Tim medis langsung melarikan sang penjaga gawang ke rumah sakit dengan ambulans. Namun, sebelum dilarikan ke rumah sakit, kiper Persela ini sempat mendapatkan pertolongan dengan alat bantu oksigen. Sempet dia sadarkan diri dan mengeluh sakit di bagian dada, kemudian tidak sadar.

Di RS Choirul Huda Dapat Bantuan Pernafasan Permanen

Sampainya di RSUD dr Soegiri, Choirul Huda kembali mendapatkan alat bantu pernapasan yang sifatnya permanen. Dengan begitu, berharap dapat melakukan pompa otak sama jantung.

Choirul Huda sempat menunjukkan kulit yang memerah, tetapi kondisinya terus menurun. Tidak ada respons dari sang pemain dalam satu jam pompa jantung dan otak. Akhirnya, tim dokter menyatakan bahwa Choirul Huda meninggal dunia pukul 16.45 WIB.

Diagnosis dokter tentang penyakit Choirul Huda

Menurut diagnosis Dokter RSUD dr Soegiri Yudistira, ada benturan di bagian dada dan rahang bawah Choirul Huda. Sang pemain diduga mengalami trauma dada, kepala, dan leher. Di dalam leher, ada sumsum tulang yang menghubungkan batang otak.

“Mungkin itu yang menyebabkan Choirul Huda henti jantung dan napas,” kata Yudistira. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.