Rabu, 5 Oktober 22

Sebelum Keputusan Ketua DPR Diganti, Novanto Minta Saran ke Megawati

Sebelum Keputusan Ketua DPR Diganti, Novanto Minta Saran ke Megawati

‎Jakarta, Obsessionnews.com – Isu rencana Partai Golkar mengembalikan posisi Ketua DPR ke tangan Setya Novanto memang bukan kali ini saja. Sebelumnya, wacana itu sudah pernah dimunculkan oleh loyalis Novanto Ridwan Bae. Ia mengusulkan agar Ade Komarudin dicopot sebagai Ketua DPR digantikan Novanto.

Alasannya, karena permohonan Novanto untuk mengembalikan nama baiknya pasca terlibat kasus “papa minta saham” dikabulkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pun juga akhirnya memutuskan untuk memulihkan kembali nama baik Novanto. Artinya, Novanto dianggap tidak bersalah.

Namun, wacana itu atau isu tidak bisa bergulir lama. Sebab, Novanto menyatakan tidak mau menduduki kembali jabatan sebagai Ketua DPR. Belakangan, saat publik lagi diramaikan dengan kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, wacana ini kembali muncul.

Keputusan untuk mencopot Ade Komarudin dari kursi Ketua DPR disepakati dalam rapat pleno Partai Golkar pada Senin (21/11/2016). Sehari sebelum rapat pleno dimulai. Ketua Umum Golkar Novanto bersama jajaran pengurus bertemu dengan Ketua Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di rumah Mega, Menteng‎ Minggu (20/11/2016).

Kepada awak media, Novanto mengaku berkunjung ke kediaman Megawati untuk meminta wejangan. Ia mengatakan, wejangan Megawati dianggap penting, menyusul sikap Golkar yang kini mendukung pemerintah dan mendukung Ahok dalam Pilgub DKI.

“Minta saran dan wejangan yang berarti dan silaturahmi sesama partai pendukung pemerintah. Kita akan mengawal kebhinnekaan, menjaga perdamaian, dan persatuan dan kesatuan Indonesia,” kata Setnov usai bertemu Megawati.

Selain itu, Novanto mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut Partai Golkar dan PDIP akan berkomitmen menjaga ketertiban dan kedamaian dalam menghadapi Pilkada Serentak, utamanya Pilkada Jakarta. Menyusul adanya rencana demo besar-besaran pada 2 Desember 2016.

Diskusi yang berlangsung selama dua jam tersebut dibeberkan Setnov berlangsung santai. Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk terus mendukung pasangan petahana pilgub DKI, yakni Ahok-Djarot. Untuk persoalan masalah hukum yang kini mendera Ahok, mereka menyerahkan urusan itu sepenuhnya ke pihak yang berwenang.

“Dalam diskusi kami, penuh senda gerau dan dijamu makan. Ini kebahagiaan kita bersama. Terkait Pilkada DKI, kita komitmen dukung Ahok. Masalah hukum kita serahkan ke pihak yang berwenang,” tandas Novanto. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.