Sabtu, 25 September 21

Sebelum Jatuh, Pesawat Hercules C-130 Empat Kali Rusak

Sebelum Jatuh, Pesawat Hercules C-130 Empat Kali Rusak

Padang, Obsessionnews – Orang tua siapa yang tidak merasa sedih anaknya pergi untuk selamanya, apalagi kepergian si anak menghadap Maha Pencipta akibat kecelakaan pesawat. Perasaan itulah yang dialami kedua orangtua Navigator Riri Setiawan, Jasrul dan Megawarni, ketika mengetahui anaknya korban pesat Hercules C-130 yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (30/6).

Meski iklhas melepas kepergian almarhum anakanya, Jasrul tidak bisa menyembunyikan duka mendalam sekaligus rasa kesal, karena pesawat yang biasa terbang bersama anaknya sudah berusia 50 tahun dan sering mengalami kerusakan.

“Keadaan ini sudah kehendak dari Tuhan. Pesawat ini tidak hanya sekali, dua kali mengalami kerusakan. Dalam bulan ini sudah terjadi empat kali mengalami kerusakan,” ujar Jasril disaat menjemput anaknya almarhum Navigator Riri Setiawan di Pangkalan Udara Tabing, Padang, Rabu (1/7).

hercules rusak2

Jasril mengetahui pesawat yang biasa terbang bersama anaknya, berdasarkan penuturan anaknya Riri Setiawan.

Menurut sepengetahuan Jasril, pesawat Hercules C-130 keluaran 1964 an itu sudah tidak layak terbang, karena usianya sudah mencapai 50 tahun. Namun pesawat itu masih tetap dipakai itu.

“Sudah 50 tahun. Itu kan tidak layak lagi sebetulnya kan. Itu aja yang kita sesali,” kata Jasril mengenang kejadian itu.

Jasril berharap kepada pemerintah untuk memperbaiki alutsista yang dimiliki TNI. Alutsista yang dimiliki TNI perlu diperbaharui karena menyangkut nyawa manusia.

hercules rusak3

“Sama anak kandung saya sendiri, apa gak sedih? Harapan kita Pemerintah memperhatikan alutsista soalnya ini tidak bisa main-main, nyawa tantangannya,” tutur Jasril.

Kapten Navigator Riri Setiawan adalah anak pertama dari lima bersaudara. Sebelum bertugas di Pekanbaru, Riau sejak tiga bulan lalu, ia lama bertugas di Malang, Jawa Timur.

Almarhum meninggal seorang isteri bernama dr. Megasenja bersama seorang putrinya berusia 4 tahun. Almarhum dimakamkan di taman Makam Pahlawan Bahagia di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.