Sabtu, 18 September 21

Sebanyak 253 Orang Meninggal Akibat Bencana Hidrometeorologi

Sebanyak 253 Orang Meninggal  Akibat Bencana Hidrometeorologi

ilustrasi (ist).

 

Imar

Jakarta-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan selama Januari-Mei 2013 terdapat 573 kejadian bencana hidrometeorologi. Bencana ini mengakibatkan 253 orang meninggal dunia, 512.080 orang menderita dan mengungsi, 30.525 unit rumah rusak dan puluhan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah dan sbagainya mengalami kerusakan.

“Masyarakat dihimbau tetap waspada ancaman banjir, longsor, dan puting beliung,”kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkatnya, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Sutopo mengungkapkan dari total 573 kejadian bencana tersebut, banjir mendominasi yaitu 212 kejadian, kemudian puting beliung 195 kejadian dan longsor 138 kejadian. “Tanah longsor  menyebabkan 115 orang meninggal dan banjir 94 orang meninggal. Banjir juga menyebabkan hampir 431.828 orang mengungsi dan menderita,”terangnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) melaporkan adanya siklon tropis Yagi di Samudera Pasifik Barat, sekitar 2.940 km sebelah utara timur laut Tahuna menyebabkan angin di wilayah Indonesia tertarik ke arah siklon tropis tersebut.

Akibatnya angin di wilayah Indonesia sekitar ekuator dan bagian utaranya umumnya bertiup dari arah Selatan-Barat Daya, sedangkan di selatan ekuator umumnya bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan antara 9-27 km per jam.

Di sekitar terjadi belokan yang tajam arah angin dari Tenggara ke Utara-Timur Laut sehingga berkumpul awan dan menyebabkan hujan cukup merata di sekitar Jawa. Kondisi demikian menyebabkan hujan disertai puting beliung masih cukup tinggi terjadi di Jawa.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.