Senin, 24 Januari 22

Sebagian DPR Dukung Jaksa Agung Usut Setya Novanto

Sebagian DPR Dukung Jaksa Agung Usut Setya Novanto

Jakarta, Obsessionnews – Dalam rapat kerja dengan Jaksa Agung HM Prasetyo pada Selasa kemarin, sikap anggota Komisi III DPR RI ‎terbelah dalam menyikapi kasus “papa minta saham” dan dugaan permufakatan jahat yang dilakukan oleh mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Sebagian dari mereka mendukung upaya Jaksa Agung untuk mengusut kasus tersebut. Sebagian lagi ada yang mengkritisi dengan posisi netral. Sebagian lagi ada menolak, dan meminta kasus itu dihentikan.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Nasdem, Akbar Faisal termasuk salah satu anggota yang mendukung penuh upaya Jaksa Agung untuk mengusut kasus tersebut. Menurutnya, selama ini Kejagung sudah bekerja dengan baik untuk mengungkap kasus ini dimulai dengan pemeriksaan para saksi termasuk petugas hotel.

“Jadi menurut saya biarkanlah Kejagung masuk dan mengambil alih tugas ini . Saya beri dukungan Kejagung untuk lebih jauh masuk kasus ini,” katanya di DPR, Rabu (20/1/2016).

Dengan bukti rekaman yang diberikan oleh mantan Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin, Akbar yakin Kejagung punya data yang kuat untuk mengungkap kasus ini. Ia meminta DPR mestinya tidak perlu mempersoalkan penanganan Novanto di Kejagung. Sementara di Mahkamah Kehormatan Dewan saja belum jelas.

“Jadi menurut saya berikan Jaksa Agung kerja dulu. Harusnya DPR konsen ke kasus di MKD yang nggak ada putusan nya itu. Novanto ngundurin diri bukan putusan. Saya bertanggung jawab dengan itu‎,” jelasnya.

Sama halnya dengan Akbar, anggota Komisi III dari Fraksi PDI-P Junimart Girsang juga meminta kepada semua pihak memberikan kepercayaan kepada Jaksa Agung untuk mengungkap kasus permufakatan jahat Novanto. Sebab kasus ini sudah masuk kepe penyelidikan.

‎”Karena ini masuk penyelidikan ya biarkan saja Kejagung bekerja. Kalau salah kita undangan JA klarifikasi masalah ini,” tuturnya.

Sedangkan dua anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra Sumi Dasco Ahmad dan Supratman tidak sepakat kasus ini dilanjutkan. Sebab, permufakatan jahat dan dugaan tindak pidana korupsi tidak bisa dijadikan bukti untuk menjerat Novanto, lantaran tidak ada suap. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.