Senin, 30 Januari 23

SEA Games di Malaysia Paling Buruk, Ini Buktinya

SEA Games di Malaysia Paling Buruk, Ini Buktinya
* Gambar bendera Indonesia terbalik.

Jakarta, Obsessionnews.com – Sebagai tuan rumah SEA Games, Malaysia tidak mampu memberikan pelayanan yang baik bagi negara peserta. Bahkan warganet mengasumsikan gelaran cabang olahraga terbesar di Asia Tenggara edisi ke-29 ini adalah yang terburuk dalam sejarah.

Banyak kejadian kontroversial yang membuat negara-negara sahabat dirugikan oleh Malaysia. Termasuk di antaranya Indonesia. Berikut hal-hal kontroversi yang dilakukan penyelenggara (Malaysia) terhadap negara-negara ASEAN.

Bendera Indonesia Terbalik

Sesaat setelah pembukaan SEA Games 2017 digelar di Stadion Bukit Jalil, inisden terjadi. Terdapat kesalahan dalam buku suvenir yang diberikan pihak panitia kepada para tamu VIP.

Gambar bendera Indonesia dibuat terbalik di buku tersebut dari yang seharusnya Merah Putih menjadi Putih Merah. Hal itu justru pertama kali diketahui Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang hadir langsung.

Kesalahan fatal Malaysia mendapat protes dari rakyat Indonesia. Pihak penyelenggara kemudian meminta maaf dan menarik kembali buku tersebut dari peredaran. Diduga kuat Malaysia sengaja melakukan kesalahan itu dengan membalikkan bendera Indonesia.

Tak Ada Jemputan untuk Timnas Myanmar

Timnas sepak bola putri Myanmar tidak dijemput dari venue ke hotel setelah mengalahkan timnas Malaysia 5-0. Setelah menghubungi panitia, alhasil, timnas Myanmar bisa mendapat jemputan dan baru tiba di hotel pukul 23.40.

Setelah diselidiki, sopir bus yang seharusnya menjemput tim sepak bola wanita Myanmar ditangkap polisi setelah diduga mencuri jam tangan salah satu atlet Malaysia.

Tak Ada Bus untuk Timnas Futsal Thailand

Timnas futsal Thailand tidak diberikan bus ke venue pertandingan. Mereka akhirnya menyewa taksi dengan menggunakan biaya sendiri. Penjemputan para atlet padahal sudah menjadi fasilitas yang diberikan panitia.

Timnas Vietnam Terlambat Dijemput

Hal serupa juga dialami Timnas Vietnam U-22 yang terlambat datang ke lapangan pertandingan untuk menjalani sesi latihan setelah bus yang harusnya sudah tersedia di hotel tidak ada. Mereka pun telat tiba di lapangan.

Dua Suporter Myanmar Dipukuli Usai Lawan Malaysia

Menpora Imam langsung mengunggah kejadian tersebut di akun Twitter miliknya. Praktis, rakyat Indonesia geram. Menpora Malaysia Khairy Jamaluddin langsung merespons cuitan Imam dan meminta maaf.

Ultras Timnas Malaysia Hina Singapura

Tuan rumah seolah tak berhenti melahirkan cerita kontroversial. Kini giliran Ultras Malaysia yang menghina Singapura di Stadion Shah Alam saat keduanya bertemu di Grup A cabor sepak bola. Para pendukung Malaysia itu meneriaki pemain Singapura dengan panggilan.

Kiper Timnas Vietnam ‘Ditahan’ Polisi Malaysia

Seorang polisi Malaysia mengantarkan penjaga gawang putri Vietnam ke stadion. Namun, polisi itu justru mengajak kiper itu memutari hotel dan baru sampai ke stadion 15 menit sebelum laga antara Vietnam dan Filipina dimulai.

Tak Ada Tiket untuk Suporter Myanmar

Panitia penyelenggara tidak menyediakan tiket menonton pertandingan sepak bola bagi suporter Myanmar ketika melawan Singapura. Sejumlah suporter Myanmar lewat media sosial mengungkapkan mereka tidak bisa membeli tiket pertandingan.

Mereka menyebut bahwa tiket pertandingan sudah habis, padahal stadion masih kosong melompong. Alhasil, pendukung Myanmar menyaksikan pertandingan dari samping stadion.

Kinerja Lambat Staf Media di Malaysia

Di bidang media, MASOC selaku panitia penyelenggara dinilai amat lambat dalam menyiarkan hasil pertandingan dan membuat awak media yang bertugas kesulitan untuk mendapatkan data. Kadang, mereka hanya memperbarui perolehan medali tim Malaysia jika mendapat medali emas.

Suporter Myanmar Dikeroyok Pendukung Malaysia

Dua suporter timnas Myanmar menjadi korban pemukulan suporter lainnya usai pertandingan Grup A SEA Games 2017 melawan tuan rumah timnas Malaysia di Stadion Shah Alam, Selangor, Senin (21/8).

Dikutip dari AFP, Selasa (22/8), kepolisian Selangor mengatakan dua suporter Myanmar dipukul dan ditendang pada bagian wajah serta badan di luar Stadion Shah Alam usai pertandingan yang dimenangkan Malaysia 3-1 tersebut.

Satu korban masih menjalani perawatan, sedangkan satunya dilepas setelah mendapatkan perawatan medis. Kepolisian Selangor hingga kini masih memburu pelaku pemukulan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.