Selasa, 26 Oktober 21

Schneider Electric Dukung Program 35 Ribu Megawatt

Schneider Electric Dukung Program 35 Ribu Megawatt
* Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Schneider Electric dan Kemendikbud di Jakarta, Jumat (11/8/2017). Dok. Alchemy).

Jakarta, Obsessionnews.com – Indonesia perlu merealisasikan program 35.000 Megawatt (MW) dengan harapan bisa melistriki seluruh desa terpencil di 2019 mendatang. Tentu program dari Presiden Joko Widodo ini perlu ekstra kerja keras.

Ini yang mendasari  Schneider Electric, perusahaan global spesialis di bidang manajemen energi dan automasi ikut mendorong pemerintah mewujudkan mimpi tersebut.

Schneider Electric  dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), French Ministry of National Education (MENES), Schneider Foundation dan Schneider Electric Indonesia, telah mengumumkan kerjasamanya di bidang peningkatan kualitas tenaga ahli kelistrikan di Indonesia, Jumat (11/8/2017).

Kerjasama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta yang dihadiri Prof. Dr. Emilienne Baneth-Nouailhetas selaku Atase Kerja sama Pendidikan IFI, Kedutaan Besar Perancis di Jakarta dan Xavier Denoly selaku Country President Schneider Electric Indonesia.

Salah satu poin utama dari kerjasama ini adalah berupa dana bantuan sebesar €1,5 juta dari Schneider Foundation akan disalurkan untuk mengembangkan potensi tenaga ahli kelistrikan di Indonesia. Bantuan ini didasari pada tujuan bersama untuk mengembangkan kurikulum dan sistem pendidikan bertaraf internasional yang menghubungkan dunia akademis dengan kebutuhan industri. Kerjasama ini diharapkan mampu membantu menyiapkan siswa Indonesia untuk bekerja di sektor kelistrikan.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Senin (14/8), Xavier Denoly mengungkapkan bahwa Schneider Electric merasa sangat bangga dapat menjadi bagian dari kerjasama strategis tersebut.

“Kerjasama ini sangat sejalan dengan salah satu program Schneider Electric global yaitu ‘Access to Energy’, khususnya dalam hal menyediakan akses pendidikan di bidang kelistrikan, automasi dan energi terbarukan,” ucapnya.

Di tahap awal nanti  akan didirikan satu Center of Excellence (CoE), yang merupakan pusat pelatihan bagi para guru dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berpartisipasi dalam kerjasama ini.

Tenaga pengajar di CoE ini terdiri dari tenaga ahli lokal dan tenaga ahli dari Perancis yang ditugaskan oleh Schneider Foundation dan MENES.

Selanjutnya akan dikembangkan kurikulum khusus yang disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang disusul dengan perbaikan laboratorium di 184 SMK di Indonesia secara bertahap selama enam tahun ke depan.

Kemendikbud RI juga menyatakan rencana untuk menerapkan masterplan revitalisasi pendidikan kejuruan untuk mempromosikan pengembangan keterampilan kerja para siswa berdasarkan permintaan industri, sekaligus membangun platform modern untuk pelatihan kejuruan di bidang elektrikal, automasi dan energi terbarukan. (*/Popi)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.