Selasa, 10 Desember 19

SBY Tolak Asing Terlibat Dalam Sengketa Pilpres

SBY Tolak Asing Terlibat Dalam Sengketa Pilpres

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap bangsa Indonesia bisa menyelesaikan sendiri, jika terjadi masalah atau kemelut dalam penentuan pemenang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, sebagaimana terjadi di negara-negara lain seperti Afghanistan.

“Saya bersumpah dan mengajak warga Indonesia, kalau ada kemelut mari kita selesaikan sendiri, tidak perlu ada pihak lain untuk jadi wasit atau juru damai,” tegas Presiden SBY saat memberikan sambutan dalam buka bersama pimpinan Dewan Perwakilan Daerah yang juga dihadiri pimpinan lembaga negara lainnya di Kediaman Ketua DPD Irman Gusman, Jakarta, Senin (14/7) malam, seperti dilansir laman setgab.go.id

Untuk menghindari kemelut itu, Presiden SBY menyerukan semua pihak bersikap bijak dan arif dalam menghadapi hasil pilpres yang akan diumumkan pada 22 Juli oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sehingga tidak menjadikan demokrasi mundur kembali.

Secara khusus Presiden SBY menyebut empat pihak yang harus bersikap bijak dan arif dalam menghadapi hasil Pilpres itu, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon presiden pasangan nomer urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan nomer urut 2 Joko Widodo (Jokowi) – Jusuf Kalla (JK).

“Saya sungguh berharap KPU, pasangan capres nomer 1 Pak Prabowo – Pak Hatta dan capres nomer urut 2 Pak Jokowi dan Pak JK, itu betul-betul dengan penuh tanggung jawab kepada bangsa dan negara bisa menyikapi dengan tepat dan arif,” kata SBY.

Presiden juga meminta masyarakat untuk turut mengawasi proses penghitungan suara di KPU, 22 Juli nanti. “Kita tidak ingin ada kemunduran dalam proses kematangan demokrasi. Saya harap empat pihak tadi betul-betul dengan penuh tanggung jawab dan kecintaan dengan bangsa negara, bisa menyikapi segala sesuatunya dengan benar, arif, dan tepat,” pesan Kepala Negara.

Diakui Presiden SBY, tentu akan ada pihak yang menang dan kalah dalam Pilpres itu. Untuk itu, Presiden SBY mengingatkan yang menang untuk bersyukur tidak perlu arogan, yang kalah jangan melakukan tindakan yang tidak dibenarkan.

“Yang tidak puas, sampaikan melalui mekanisme yang diatur oleh undang-undang, pada Mahkamah Konstitusi (MK). Itulah proses damai, etis, dan konstitusional dalam menyikapi perbedaan suara,” kata Presiden SBY.

Ditegaskan oleh Presiden SBY, siapapun yang akan memenangkan pemilihan presiden, juga merupakan kemenangan rakyat yang telah melaksanakan hak politiknya guna membangun iklim demokrasi yang lebih baik.

Jika seluruh proses pilpres bisa berjalan baik, tertib, dan aman, menurut Presiden SBY, hal itu berarti akan menjadi tradisi kepemimpinan baru dan suksesi pemerintahan yang baik. “Kita dukung pemerintahan nanti. Itulah etika bernegara yang harus dibangun,” jelas Presiden SBY.

Buka puasa bersama di kediaman Ketua DPD Irman Gusman itu juga dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, , Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Mensesneg Sudi Silalahi. Tampak pula Ketua DPR Marzuki Alie dan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.