Rabu, 8 Februari 23

SBY Jangan Cari Aman Dukung Ahok

SBY Jangan Cari Aman Dukung Ahok
* Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Jakarta, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono, memperhitungkan ada kemungkinan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendukung pasangan calon Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta nanti. Jika ada deal terhadap Jokowi agar tidak mengusut kasus-kasus (skandal Century, Hambalang, Antasari) yang dituduhkan pidana kepada SBY.

Jika itu terjadi, lanjut Arief, pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) yang diusung Gerindra dan PKS akan menghadapi menghadapi koalisi Megawati, Setya Novanto (Setnov) dan SBY. Namun, pentolan Gerindra ini menyatakan pihaknya tidak takut menghadapi koalisi tersebut.

“Koalisi Mega-Jokowi-Setnov dengan SBY akan kami hadapi dengan Koalisi Masyarakat Jakarta Bersatu di putaran kedua,” tantang Arief dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, deal untuk cari aman di politik itu sudah biasa dilakukan oleh sejumlah politikus kita. “Bisa jadi SBY cari aman karena infonya semua petinggi Partai pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang punya kasus hukum, terutama yang bersentuhan dengan korupsi, mau dikandangin sama KPK dalam waktu dekat,” duganya.

“Ya monggo saja Partai Demokrat ke Ahok, enggak ngaruh bagi kami. Sudah nyata kok kalau kami sudah tunjukkan bahwa kampanye kami yang kami lakukan selama ini dan tanpa kecurangan ataupun politik kotor seperti yang dilakukan antara grouping Megawati-Joko Widodo yang mengusung Ahok- Djarot versus klan SBY di mana saling serang antar mereka dengan cara-cara politik yang kotor,” tambahnya.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Arief Poyuono.

“Sudah terbukti tanpa money politik, tanpa penggunaan KTP fiktif, dan pemilih fiktif paslon kami bisa diterima oleh masyarakat Jakarta dan menang,” tandas wakil Prabowo Subianto ini.

“Saya yakin seharusnya Anies-Sandi menang satu putaran nanti saat perhitungan oleh KPU jika tidak ada kecurangan. Karena kami banyak menemukan kecurangan-kecurangan. Kami temukan yang dilakukan oleh pasangan nomor dua misalnya antara hasil rekap C 1 menang paslon kami, tapi direkap di tingkat kelurahan berubah,” ungkapnya pula.

“Jadi, saya ingatkan jangan kami dicurangi dan KPU dalam perhitungan nanti harus jujur, jika tidak masyarakat Jakarta bisa amuk massa,” tegas Arief.

Menurut dia, bergabungnya Demokrat ke Ahok sudah jelas merupakan tantangan yang berat karena keduanya diduga sangat lihai melakukan permainan politik kotor dan jahat, baik lewat jaringan medsos mereka maupun jaringan mainstream mereka di lapangan.

“Kami bersama masyarakat Jakarta yang ingin perubahan tentu saja punya strategi untuk menghadapi mereka koalisi Demokrat-Ahok,” paparnya.

“Saya sebagai pengurus di Gerindra akan turun langsung ke bawah bersama kawan-kawan buruh, guru, pedagang kaki lima, warteg, tukang ojek supir angkot dan masyarakat miskin kota serta mahasiswa untuk memenangkan Anies-Sandi. Tentu dengan cara-cara politik santun dan beradab dan jika terjadi dua putaran setelah perhitungan resmi KPUD Jakarta,” ujar Arief.

“Kami imbau masyarakat Jakarta tenang saja dan jangan gentar karena Tuhan bersama kita untuk melawan koalisi besar Megawati-Joko Widodo-Setnov dan SBY yang bisa pakai politik kotor dalam pesta demokrasi,” kata mantan akktivis demo ini. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.