Senin, 20 September 21

SBY: Hidupkan Kembali Kampanye Pemberantasan Korupsi

SBY: Hidupkan Kembali Kampanye Pemberantasan Korupsi

Surabaya, Obsessionnews – Masih banyaknya pejabat pemerintah yang tersangkut kasus korupsi menjadi perhatian utama Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bahkan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dijadikan poin penting dari 10 rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Agar dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, SBY memberi pesan kepada Jokowi agar memperhatikan 10 rekomendasinya. Rekomendasi tersebut adalah, pertama, permintaan agar terus menjaga dan hidupkan kembali kampanye pemberantasan korupsi, karena rakyat menginginkan Indonesia makin bersih dan bebas dari korupsi, utamanya pencegahan dan tetap agresif.

“Harus cermat dan tak gegabah dalam meneetapkan orang jadi tersangka dan tetap objektif, pengadilan tetap objektif dan logis,” kata SBY di hadapan ribuan kadernya dalam penutupan Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5) malam. (Baca: SBY Terpilih Aklamasi Ketum PD)

Untuk menegakkan pemberantasan KKN, SBY memberi rekomendasi kedua, yakni selamatkan institusi KPK dan Polri agar dua lembaga hukum tetap bisa melaksanakan tugasnya dengan efektif, fungsi eksekutif tak boleh terganggu hanya karena kepentingan individu. (Baca: KPK Harus Diselamatkan dari Upaya Halus Penghancuran)

Rekomendasi ketiga, TNI dan Polri harus bebas dari politik kekuasaan agar tak mengkhianati reformasi. Kedua pihak, baik sipil dan TNI/Polri, secara aktif harus menegakkan hubungan sipil-militer sesuai konstitusi.

“Rekomendasi keempat adalah Partai Demokrat mendengar aspirasi yang menginginkan negara tetap berpihak kepada yang kurang mampu. Kami harap pemerintah mengembalikan dan menghidupkan kembali program pro rakyat apa pun sebutannya. Jangan sampai ekonomi kita justru menuju kapitalisme dan pasar fundamental,” tegas Presiden ke-6 RI tersebut.

Dalam rekomendasinya ke-5, SBY mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur memang penting, namun jangan sampai APBN terkuras hanya karena infrastruktur.

“Pembangunan infrastruktur tak hanya lewat APBN, tapi juga dana BUMN dan swasta. Sebaliknya alokasikan anggaran yang cukup untuk kesejahteraan rakyat untuk program kemiskinan,” pintanya.

Keenam, jaga dan hidupkan kembali Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). SBY tidak mempermasalahkan nama diganti karena itu disusun bersama oleh pemerintah pusat, Pemda dan BUMN. Sebagai rencana induk, tentu harus ada perbaikan.

Rekomendasi selanjutnya, SBY menilai saat ini ada persoalan dalam ekonomi, di mana ada masalah di sektor moneter, fiskal dan riil.

“Pemerintah dapat mengelola sungguh-sungguh serta kebijakan yang tetap, sehingga ekonomi tetap tumbuh dan kemiskinan berkurang. Presiden Jokowi bisa mengomunikasikan kebijakan pemerintah agar dimengerti,” terangnya

Rekomendasi kedelapan adalah pemerintah harus menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. Kedua komponen tersebut sudah menjadi harga mati.

“Jangan sampai pengelolaan hubungan internasional keliru sehingga hubungan terganggu. Kedua tujuan itu penting dengan kemitraan sesungguhnya dapat dicapai,” tandasnya.

Berikutnya, SBY meminta agar tercipta kehidupan bernegara yang sehat atas pranata hukum dari segenap pelaku demokrasi mengalir dari semangatnya. Partai Demokrat berharap agar ke depan terjalin hubungan sehat, dan hubungan antar sesama partai politik, serta penghormatan terhadap kedaulatan.

“Kita sama-sama ketahui bahwa ciri good governance adalah kapabel, akuntabel dan taat aturan. Partai Demokrat berharap agar semua keputusan oleh pemerintah dapat dikomunikasikan ke masyarakat luas. Rakyat mengerti, di sisi lain rakyat dapat mengontrol agar kebijakan itu dan perangkat negara. Ini adalah rekomendasi yang terakhir, yakni kesepuluh,” paparnya. (Adi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.